alexametrics

2 Ekor Gajah Latih Kelelahan Hadapi Gajah Liar di Inhu Riau

loading...
2 Ekor Gajah Latih Kelelahan Hadapi Gajah Liar di Inhu Riau
Gajah latih Rahman dan Indro. Foto/Banda Haruddin Tanjung
A+ A-
PEKANBARU - Tim Balai Besar Konservasi Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan dua gajah latih untuk melakukan penggiringan enam ekor gajah liar yang masuk permukiman dan perkebunan. Namun, sejauh ini upaya gajah jinak belum membuahkan hasil.

Bahkan saat ini pihak BBKSDA tidak lagi menerjunkan dua gajah latih Rahman berusia 40 tahun dengan bobot empat ton dan Indro berusia 35 tahun dengan bobot 3,5 ton karena kondisinya tidak fit.

"Saat ini dua gajah latih kita diistirahatkan karena kelelahan," ucap Kepala Bidang I BBKSDA Riau, Andri Hansen Siregar Senin (17/6/2019). (Baca Juga: Tim Kesulitan Relokasi Gajah di Permukiman Inhu Riau)



Dia menjelaskan, Indro dan Rahman merupakan gajah yang memiliki kemampuan bertarung dan banyak memiliki pengalaman dalam melakukan relokasi gajah liar. Keduanya sudah diturunkan sejak 12 Juni 2019. Dari postur dan gading, kedua gajah jinak itu lebih unggul.

Antargajah liar yang jumlahnya empat ekor di Peranap dengan dua gajah latih sudah beberapa kali bertemu. Saat bertemu awal di kebun karet warga, kedua kubu gajah itu saling berkomunikasi dan tidak ada pertarungan. Indro dan Rahman berusaha memancing ke empat gajah keluar dari kebun. Namun, walau sempat ke luar, kawanan gajah liar kembali masuk kebun.

Bahkan kini kawanan yang dipimpin seekor gajah dewasa yang ukurannya cukup besar bergeser ke kebun waga yang lokasinya sulit dijangkau. Sementara dua ekor gajah jinak diistirahatkan sekitar 3 kilometer dari kawanan gajah liar.

"Dua gajah latih kita istirahat di Pasar Baru Peranap. Upaya kita saat ini memblokade jalan agar gajah tidak masuk ke pemukiman padat penduduk," imbuhnya.

Selain empat gajah liar di Peranap, ada dua ekor gajah liar lagi berkeliaran di Kecamatan Kelayang. Kedua kelompok gajah liar ini merupakan satu keluarga penguhuni Tanaman Nasioal Tesso Nilo (TNTN).

"Kalau yang di Kelayang belum kita lakukan upaya karena berkonsentrasi di Peranap. Gajah di kelayang sangat agresif karena sedang tahap mencari jati," tukasnya.
(rhs)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak