alexametrics

Tak Dipilih saat Pileg, Caleg Gagal di Takalar Bongkar 4 Makam

loading...
Tak Dipilih saat Pileg, Caleg Gagal di Takalar Bongkar 4 Makam
Gara-gara kalah di pemilihan legislatif April lalu, Caleg dari partai Gerindra Burhan Talli meminta 4 makam di lingkungan Pangkarode, Kelurahan Pattene, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dibongkar. Foto/Istimewa
A+ A-
TAKALAR - Gara-gara kalah di pemilihan legislatif (Pileg) April lalu, Caleg dari partai Gerindra Burhan Talli meminta 4 makam di lingkungan Pangkarode, Kelurahan Pattene, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dibongkar.

Empat makam yang dibongkar atas nama Mallarangan Daeng Ngopa, Sugi Daeng Ngiji, Baso Daeng Tunru, dan Burhayati Daeng Lebong. Padahal empat makam tersebut sudah puluhan tahun berada di area permakaman.

Burhan merupakan caleg dari Dapil 1 meliputi Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Polongbangkeng Selatan (Polsel), dan Pattallassang dengan nomor urut 1.



Muhammad Rusli Ronrong, keluarga salah satu makam yang dibongkar menceritakan, awalnya Burhan dan istrinya Hj Baji mendatangi rumah Daeng Ngampa yang merupakan juga keluarga dari kuburan tersebut. Namun katanya, karena sang pemilik rumah tidak ada di tempat, maka perihal pembongkaran kuburan disampailan kepada dirinya.

"Kebetulan saya ada di situ dan Hj Baji mengatakan beri tahu Dg Ngampa, suruh pindahkan itu kuburan istrinya yaitu Dg Lebong ke tempatnya Haji Bonto (Pemakaman lain) karena Dg Ngampa tidak pilih Haji Talli," tuturnya, Selasa (11/6/2019).

Sementara, Dg Ronrong juga dari keluarga salah satu makam tersebut sangat menyayangkan sikap caleg partai Gerindra ini. Karena beda pilihan kenapa, orang yang telah puluhan tahun meninggal bahkan tubuhnya sudah hancur di makan tanah, masih saja dikaitkan dengan politik.

"Terus terang saya ini timnya Haji Talli dan saya sangat kecewa karena hanya beda pilihan, keluarga kami yang sudah meninggal jadi korban politik" ungkapnya.

Akhirnya kuburan tersebut lanjutnya, kini dipindahkan ke tanah keluarga besar Abdul Rauf Daeng Ngampa yang tidak jauh dari permakaman sebelumnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak