alexametrics

Bupati Lamandau Hendra Lesmana: H-5 Jembatan Botung Bisa Dilalui Pemudik

loading...
Bupati Lamandau Hendra Lesmana: H-5 Jembatan Botung Bisa Dilalui Pemudik
Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah Hendra Lesmana saat meninjau perbaikan Jembatan Botung, di Kecamatan Menthobi Raya, Sabtu (1/6/2019).
A+ A-
LAMANDAU - Jembatan Botung di Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah yang ambruk karena lapuk termakan usia pada Rabu 23 Mei 2019 lalu, kini sudah selesai diperbaiki.

Perbaikan jembatan tersebut dikebut dan ditarget selesai pada H-5 Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah. " Alhamdulillah jembatan Botung sudah selesai diperbaiki, saat ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat," kata Bupati Lamandau Hendra Lesmana di Nanga Bulik, Senin (3/6/2019).

Dikatakannya, dengan selesainya jembatan penghubung antardesa di dua kecamatan tersebut diperbaiki, maka arus orang dan barang dari Kecamatan Bulik Timur maupun arah sebaliknya dapat berjalan dengan lancar.



Orang nomor satu di “Bumi Bahaum Bakuba” itu mengapresiasi kerja cepat Dinas PUPR Kabupaten Lamandau, pemerintah kecamatan, pemerintah Desa Menthobi Raya, serta dunia usaha yang sepenuhnya membantu perbaikan jembatan itu.

"Mengingat jembatan tersebut merupakan pintu masuk akses ekonomi ke Kecamatan Menthobi Raya, sehingga perbaikan ini kita libatkan juga dari Perusahaan Besar Swasta (PBS), agar kembali fungsional, dan nyaman dilalui,” kata Bupati.

Kembali fungsionalnya jembatan Botung disambut antusias oleh warga Melata Kecamatan Menthobi Raya, Wahidah. Ia yang tahun ini akan mudik ke kampung halamannya di Pulau Jawa, tidak perlu mengambil jalur alternatif menuju Kota Nanga Bulik.

"Pascaambruknya jembatan Botung kami harus memutar melalui KM 18 Beruta, Desa Batu Ampar, jadi jauh sekali. Alhamdulillah sehari setelah ambruk sudah ada mobilisasi bahan untuk jembatan,” ujarnya.

Sebelumnya jembatan Botung yang menjadi akses jalan yang menghubungkan antardesa di dua Kecamatan, yakni Menthobi Raya dan Bulik Timur yang dibangun pada tahun 2001, ambruk akibat lapuknya pondasi sisi kanan dan kiri jembatan. Jembatan yang terbuat dari kayu bulat yang dilapisi oleh timbunan tanah latrit tersebut ambruk pada pagi hari dan dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.
(alf)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak