alexametrics

Festival Kriang Kriut 2019

Tampilkan Tarian Dayak, Kelurahan Raja Seberang Juara Umum

loading...
Tampilkan Tarian Dayak, Kelurahan Raja Seberang Juara Umum
Replika kuda Unicorn yang menjadi ikon untuk wahana berswafoto pengunjung mewakili unsur modern.
A+ A-
KOTAWARINGIN BARAT - Festival Kriang Kriut 2019 yang digelar di Sungai Arut, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng resmi ditutup. Para juara lomba sudah diumumkan. Juara 1 diraih oleh RT 02, Kelurahan Raja Sebrang.

Kemenangan RT 02 lantaran kolaborasi tigga sanggar seni yang menampilkan Tarian Pesisir dan Dayak. Kemudian perpaduan unsur tradisional dan modern dalam penataan ornamen lampu-lampu hias. Tak hanya itu, RT 03 Kelurahan Raja Seberang juga meraih juara harapan 3 dalam festival Keriang Keriut 2019.

Festival lampu hias ini rutin digelar pemerintah daerah. Pesertanya ada lima kelurahan yang berada di Daerah Aliran Sungai Arut, yakni Kelurahan Mendawai, Mendawai Seberang, Kelurahan Raja, dan Raja Seberang, serta Kelurahan Baru.



"Alhamdulillah pelaksanaan festival Kriang Kriut 2019 ini sukses digelar, dan persembahan apik dari warga RT 02 dan Karang Taruna Bina Kami serta kolaborasi tiga sanggar seni membawa Raja Seberang menjadi yang terbaik," kata Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah saat dihubungi Sindonews, Senin (3/6/2019).

Bupati perempuan pertama di Kalteng ini menjelaskan, selain menampilkan pagelaran seni dan budaya, daya tarik lainnya adalah penataan yang indah lampu hias dengan menggunakan bahan bambu serta tempurung kelapa di sepanjang jembatan Ulin Raja Seberang yang mewakili unsur tradisional.

Sementara lampu hias serta pembuatan replika kuda Unicorn yang menjadi ikon untuk wahana berswafoto pengunjung mewakili unsur modern. "Festival Keriang Keriut ini menjadi destinasi wisata baru yang akan kita kembangkan kedepannya. Dampak ekonomi dilaksanakannya festival ini juga dirasakan para tukang getek dan pedagang kuliner di bantaran sungai.”

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Kriang Kriut 2019, Aspan mengatakan, dalam menetapkan pemenang peserta wajib memakai bahan bakar tradisional. Seperi karet, damar dan minyak tanah, bukan karet ban atau yang sudah dicampur kimia."Unsur lainnya 80% bahan tradisional dan modern 20%," terangnya.

Keunggulan lainnya peserta dari Raja Seberang adanya pagelaran kesenian tradisional yang perlu dilestarikan oleh generasi muda di era melinial. Dan ada ikon burung Buroq yang filosofisnya bahwa malam Lailatul Qadar akan turun. "Ke depan event ini dapat melestarikan budaya kriang kriut khususnya di bantaran Sungai Arut, untuk menggali budaya lokal yang sudah lama ditinggalkan," pungkasnya.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak