alexametrics

Jalintim dan Jalinteng Sumsel Aman Dilalui Pemudik

loading...
Jalintim dan Jalinteng Sumsel Aman Dilalui Pemudik
Memasuki H-4 Idul Fitri 1440 Hijriah, kondisi jalan di sepanjang Jalur Lintas Timur (Jalintim) dan Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dipastikan aman saat arus mudik. Foto SINDOnews/Dede F
A+ A-
PALEMBANG - Memasuki H-4 Idul Fitri 1440 Hijriah, kondisi jalan di sepanjang Jalur Lintas Timur (Jalintim) dan Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dipastikan aman saat arus mudik. Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumsel Kementerian PUPR, telah melakukan perbaikan sepanjang 236 kilometer (km) di ruas Jalintim. Perbaikan jalan meliputi penutupan lubang.

"Untuk pengerjaan penutupan lubang di Jalintim Palembang-Betung itu sudah selesai. Sementara untuk ruas Peninggalan sampai Jambi dipastikan selesai hari ini," ujar Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumsel Kementerian PUPR, Dedy Mandarsyah saat diwawancarai SINDOnews di ruas Jalintim, Musi Banyuasin, Sabtu (1/6/2019).

Dedy menyebutkan, ada sebanyak 2.500 lubang di Jalintim Palembang-Betung yang harus diperbaiki. Untuk memperbaikinya pihaknya telah melakukan perbaikan berupa agregat dan petching.



"Kalau untuk penutupan lubang sudah 98 persen selesai. Target kita arus mudik di sepanjang Jalintim lancar sampai batas Jambi. Semua kita kerjakan pakai dana transisi karena belum ada kontrak," ungkap Dedy.

Dedy juga memastikan, tim Satker PJN I tetap siaga alat berat di sepanjang Jalan Lintas Timur. Dengan begitu perbaikan tetap dilakukan secara bertahap ketika ada lubang selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Sementara itu, PPK 1.2 Betung-Peninggalan, Alfin Jerry mengatakan, kondisi jalan dari Betung-Peninggalan sepanjang 77,74 km sudah fungsional. Jalan berlubang yang mengalami rusak berat pun telah tambal sulam.

"Sekarang ini perbaikan dengan sistem tambal sulam. Untuk persiapan mudik Lebaran kondisi fungsional, mulai dari tambal sulam dan agregat atau kerikil," kata Alfin.

Selain Jalintim, ruas Jalinteng yang dilalui pemudik dari Pulau Jawa dan Lampung menuju Muara Bungo, Padang, Medan, Pekanbaru hingga Aceh dipastikan aman dilewati. Hal ini dipastikan langsung Kepala Satker PJN Wilayah II Sumsel, Cecep Irwansyah.

Dijelaskan Cecep, untuk jalur mudik di ruas Jalinteng pihaknya mendirikan 6 posko lebaran yang terdapat di sejumlah lokasi seperti pada batas Kota Lahat-Muaraenim, simpang Sugih Waras-Baturaja, Pagaralam-batas Bengkulu, Muara Beliti-batas Musi Rawas, Tebing Tinggi-batas Kota Lahat.

"Kemantapan jalan di ruas PJN II ini mencapai 90 persen. Namun yang dikhawatirkan sepanjang jalur ini bukan jalan rusak dan berlubang, justru bencana lomgsor karena ruas Jalinteng ini merupakan perbukitan," ucap Cecep saat diwawancarai di Posko Lebaran batas Muaraenim-Lahat.

Untuk mengantisipasi potensi longsor di jalur mudik, kata Cecep, pihaknya telah mensiagakan beberapa alat berat bilamana diperlukan seperti backhoeloader, dump truk, flatbed with krane, serta agregat.

"Panjang ruas jalan yang ada di wilayah kita mencapai 466,2 km. Dari jumlah tersebut terdapat beberapa titik rawan longsor yang terus kita pantau seperti di Baturaja, Simpang Sugih Waras, Muaraenim, Lahat, Pagaralam, Bengkulu dan Tebing Tinggi.

Cecep Irwansyah juga mengingatkan bagi pemudik agar berhati-hati selama mengendarai kendaraan.

"Di setiap posko dilengkapi tempat istirahat, jadi pemudik yang merasa kelelahan bisa istirahat sejenak di setiap posko yang ada," tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak