alexametrics

Kekurangan Bus, Ribuan Pemudik asal Sumatera Telantar di Bakauheni

loading...
Kekurangan Bus, Ribuan Pemudik asal Sumatera Telantar di Bakauheni
Akibat tidak ada bus angkutan umum yang standby, ribuan penumpang mudik asal Sumatera dari Pelabuhan Merak-Banten telantar di Terminal Pelabuhan Bakauheni, Kamis (30/5/2019). Foto iNews TV/Heri F
A+ A-
BAKAUHENI - Akibat tidak ada bus angkutan umum yang standby, ribuan penumpang mudik asal Sumatera dari Pelabuhan Merak-Banten telantar di Terminal Pelabuhan Bakauheni, Kamis (30/5/2019). Penumpang tujuan Terminal Rajabasa Lampung ini terpaksa harus menunggu hingga berjam- jam.

Anwar salah satu pemudik asal Lampung Barat mengaku kecewa karena kondisi ini selalu terjadi setiap tahun sehingga membuat terpaksa terlambat tiba di kampung halaman.

Sehingga saat bus datang langsung diserbu, mereka tak perduli harus berdesakan ironisnya tak ada satupun petugas baik dari organda, kepolisian dan pengurus kendaraan yang berada di lokasi terminal.



Sementara itu kesiapan bus yang beroperasi selalu menjadi masalah setiap arus mudik meski pihak Organda Bakauheni telah menyiapkan sekitar 100 unit bus. Namun armada yang standby di Terminal Bakauheni tak lebih dari 10 unit.
Maka saat bongkar penumpang kapal armada bus selalu kekurangan hal ini tentu harus menjadi perhatian khusus instansi terkait.

Ketua Organda Cabang Bakauheni Ivan Rizal mengatakan, Organda Cabang Bakauheni telah menyiapkan 12 armada bus eksekutif tambahan dan bus bantuan dari pemerintah daerah setempat untuk mengantisipasi kedatangan penumpang saat turun kapal yang selalu kekurangan di saat semua kapal bersandar di saat bersamaan.

Pihak organda berjanji akan berkoordinasi dengan stake holder terkait untuk memaksimalkan pelayanan terhadap para pemudik sehingga penumpang telantar tidak terjadi lagi.
(sms)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak