alexametrics

4 Warga Tertembak, Kodam dan Komnas HAM Turunkan Tim ke Asmat

loading...
4 Warga Tertembak, Kodam dan Komnas HAM Turunkan Tim ke Asmat
Pascabentrok ratusan massa pendukung caleg di Asmat hingga mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan satu luka-luka akibat tertembak anggota TNI, Kodam XVII/Cenderawasih bentuk tim investigasi. Foto Kapendam Kol Inf M Aidi/SINDOnews
A+ A-
ASMAT - Pascabentrok ratusan massa pendukung caleg di Asmat hingga mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan satu luka-luka akibat tertembak anggota TNI, Kodam XVII/Cenderawasih bentuk tim investigasi. Hal ini disampaikan Kapendam XVII/ Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, melalui siaran pers, Senin (27/5/2019) malam. (Baca juga: Ratusan Massa Serang Kantor Distrik di Papua, 4 Tewas Tertembak)

"Jadi setelah peristiwa tadi pagi, Tim gabungan TNI/Polri dan Kesbangpol dari Distrik Agats Kabupaten Asmat, telah berhasil menenangkan massa. Dan sekarang situasi kondusif," kata Aidi.

Setelah menerima laporan Pangdam XVII/Cenderawasi Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring segera bertidak cepat dan berkoordinasi dengan Kapolda Papua serta Komnas Ham Papua untuk membentuk tim investigasi guna mendapatkan keterangan yang akurat.



"Rencana besok pagi, tim investigasi yang terdiri dari unsur Pomdam XVII/Cenderawasih, Kumdam XVII/Cenderawasih, Kesdam XVII/Cenderawasih, Korem 174/ATW, Polda Papua dan Komnas HAM Papua akan berangkat ke Fayet. Tim akan dipimpin langsung oleh Danrem 174/ATW Brigje TNI R. Agus Abdurrauf," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, diduga akibat Caleg yang tidak puas atas perolehan suaranya, bersama massanya sekitar 350-an sekitar pukul 10.00 WIT mengamuk dan merusak kantor Distrik Fayit Kabupaten Asmat. Aksi tersebut berusaha diredam pihak Pos Ramil, namun massa malah beringas hingga aparat terpaksa melepaskan tembakan, dan diketahui ada empat korban tewas.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak