alexametrics

Pensiunan ASN Dibekali Kemampuan Wirausaha agar Tetap Produktif

loading...
Pensiunan ASN Dibekali Kemampuan Wirausaha agar Tetap Produktif
Pemkot Pekalongan bekerja sama dengan Bank Mandiri Taspen Cabang Pekalongan berencana menjalin kerja sama dalam hal kewirausahaan dengan para pensiunan. Foto/Suryono/Dok
A+ A-
PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan bekerja sama dengan Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Kantor Cabang Pekalongan berencana menjalin kerja sama dalam hal kewirausahaan dengan para pensiunan.

Walikota Pekalongan Saelany Machfud mengatakan menyambut baik rencana kerjasama ini lantaran dapat memberdayakan pensiunan terutama dalam situasi pasca kerja. Apalagi pensiunan biasanya menghadapi power syndrome, sehingga pelatihan wirausaha ini bisa menjadi alternatif bagi mereka.

"Kita sudah bincangkan program bagi pensiunan ini, dalam upaya menciptakan peluang usaha," ucap Walikota saat menghadiri kegiatan acara buka bersama dan pemberian santunan kepada pensiunan di Kantor KC Bank Mandiri Taspen Pekalongan, Sabtu (25/05).



Dikatakan Walikota, Pemkot cukup respon akan hal tersebut, sehingga dengan senang hati menjalin kerja sama dengan Mandiri Taspen. Banyak peluang yang bisa digarap, walkot mencontohkan seperti usaha Hidroponik jamur, sayur, lele dan lainya.

"Menurut saya ini salah satu program bagus bagi pensiunan, yang berarti pensiun bukan berarti berhenti namun menciptakan peluang-peluang wirausaha yang bisa digeluti dan menghasilkan dalam segi ekonomi," imbuhnya.

Sementara Direktur Utama Bank Mantap Josephus K Triparakoso menambahkan terdapat tiga pilar utama penggerak Bank Mantap, yakni Mantap aktif, sejahtera dan Sehat. Saat ini yang paling dikembangkan adalah Mantap Sejahtera berupa program wirausaha bagi pensiunan.

"Di Kota Pekalongan wirausaha pensiunan yang akan berjalan adalah usaha telur puyuh. Kedepannya bisa terus dikembangkan tergantung kekuatan daerah itu apa, semisal Kota Pekalongan kuat di usaha Batik maka bisa kita berdayakan," katanya.

Lebih lanjut, Josephus menerangkan pengembangan program tersebut di Kota Pekalongan,masih terkendala kesulitan mendapatkan mentor. Sebab tugas mentor tidak mudah, diantaranya harus mendidik, melatih, dan membeli hasilnya agar para pensiunan tidak dipusingkan masalah pasar atau market.

"Solusinya kita terus berkoordinasi dengan pemerintah kota, belum lama ini kita juga melakukan program mencari 200 mentor yang harapannya bisa menjadi solusi dari permaslahan tersebut," bebernya.

Menyoal pendanaan, Dia menyatakan bakal mendukung penuh. Bahkan sampai akhir bulan April 2019 KC Bank Mantap Pekalongan telah menyaluran kredit berkisar Rp245 miliar, khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp242 miliar dengan presentase tumbuh 27,2 persen, sedangkan laba bersih yang dihasilkan Rp6,14 miliar atau naik sampai dengan 6,2 persen dari periode sebelumnya.

"Untuk daerah lain kita sudah berhasil, seperti usaha berupa hidroponik, abon dan jamur tiram, kita harap di Kota Pekalongan juga berhasil," terangnya.

Masih diikatakan Josephus, Bank berkomitmen terus mendukung Pensiunan, karena pensiunan sebagai basis utama bertumbuh pesatnya Bank. Makanya Bank Mantap betul-betul memberdayakan pensiunan untuk terus berkembang. "Pensiunan bukan akhir segalnya melainkan momentum baru untuk mulai usaha," tandasnya.

Selain itu, Bank Mantap juga menjalin silaturahmi dengan pensiunan terutama di bulan puasa ini. Dalam bentuk kegiatan menyalurkan santunan kepada 17 ribu pensiunan dengan total nilai Rp1,5 miliar yang tersebar di seluruh Indonesia dan acara puncaknya dilaksanakan di Kota Pekalongan.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak