alexametrics

Bupati Lamandau Hendra Lesmana: Jembatan yang Ambruk Segera Diperbaiki

loading...
Bupati Lamandau Hendra Lesmana: Jembatan yang Ambruk Segera Diperbaiki
Jembatan ambruk: Jembatan Botuk yang menghubungkan antardesa di Kecamatan Menthobi Raya dan Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah ambruk, Kamis (23/5/2019).
A+ A-
LAMANDAU - Jembatan Botuk yang menghubungkan Desa Melata, Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Merambang, Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, yang ambruk pada Kamis 23 Mei 2019 segera diperbaiki pemerintah kabupaten Lamandau.

Jembatan dengan konstruksi kayu log tersebut, ambruk akibat pelapukan pondasi pada sisi sebelah kanan dan kiri jembatan.

Bupati Lamandau, Hendra Lesmana sesaat setelah jembatan tersebut ambruk langsung memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Menthobi dan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengamanan.



Pengamanan dilakukan dengan pemasangan rambu tanda bahaya (crossline), dan pemasangan papan peringatan penutupan jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 9 meter untuk sementara waktu.

"Untuk sementara waktu kita larang warga melintas dan jembatan kita tutup total untuk umum," kata Hendra Lesmana kepada SINDONEWS, Jumat (24/5/2019).

Jembatan Botuk merupakan akses penting transportasi barang maupun orang. Sesuai rencana pemerintah daerah bekerjasama dengan swasta hari ini akan mengirim kayu log sebagai bahan dasar jembatan. "Kita imbau warga bersabar dan secepatnya kita akan lakukan penanganan untuk memperbaiki jembatan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau, Tiryan Kuderon, mengungkapkan, jembatan Botuk yang dilintasi Sungai Menthobi merupakan akses terdekat masyarakat yang menghubungkan antardesa di dua kecamatan.

Karena jembatan tersebut ditutup total, untuk menuju Desa Melata Kecamatan Menthobi Raya ataupun dari arah sebaliknya, masyarakat dan pekerja perkebunan harus melewati jalur alternati yang lebih jauh, yakni melewati kilometer 18 Beruta, Desa Bukit Jaya, atau melewati Desa Batu Ampar.

"Alhamdulillah dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, dan secepatnya jembatan tersebut akan dibangun kembali," pungkasnya. [KS]
(akn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak