alexametrics

Mayat Bayi Ditemukan Anak-anak saat Bermain di Sentani Papua

loading...
Mayat Bayi Ditemukan Anak-anak saat Bermain di Sentani Papua
Warga belakang Pasar Baru Sentani, Papua, Minggu (19/5/2019) siang, pukul 12.00 WIT digegerkan dengan temuan jazad janin bayi yang masih terbungkus plasenta. Foto iNews TV/Cornelia M
A+ A-
JAYAPURA - Warga belakang Pasar Baru Sentani, Papua, Minggu (19/5/2019) siang, pukul 12.00 WIT digegerkan dengan temuan jazad janin bayi yang masih terbungkus plasenta. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menerangkan, janin bayi laki-laki yang diduga berusia delapan bulan itu ditemukan tertimbun pasir di tengah kali oleh sekelompok anak yang sedang bermain.

"Penemuan ini berawal saat saksi Yadi (11), bersama empat orang temannya bermain di kali belakang Pasar Baru Sentani, sesampainya di kali saksi melihat sesosok mayat bayi di tengah kali yang sebagian tubuhnya sudah tertimbun pasir, melihat adanya bayi tersebut para saksi langsung memberitahukan kepada warga sekitar dan selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian," ungkap Kamal, Minggu (19/5/2019) sore.

Dia menerangkan, setelah mendatangi lokasi kejadian dan dilakukan oleh tempat kejadian perkara, diduga bayi tersebut baru dibuang orang tuanya sehari sebelum ditemukan.



"Kalau dilihat dari kondisi jenazah korban baru saja dilahirkan mengingat masih ditemukannya plasenta. Dugaan kuat janin bayi tidak berdosa itu merupakan hasil hubungan gelap orang tuanya," ungkapnya Kamal.

Kamal menjelaskan, dari keterangan warga, di seputaran Pasar Baru tidak diketahui adanya wanita hamil. Sehingga, dugaan kuat mayat bayi tersebut sengaja dibuang dari kali arah Kemiri dimana pada saat hujan deras, jasad bayi tersebut hanyut sampai di kali belakang Pasar Baru Sentani.

"Tambahnya, mayat bayi tersebut sudah kami evakuasi ke RS Bhayangkara, masih dalam penyelidikan kami siapa orang tua yang tega membuang bayi tersebut," tuturnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak