alexametrics

Membramo Tengah Tetap Gelar Penerimaan CPNS dengan Sistem Online

loading...
Membramo Tengah Tetap Gelar Penerimaan CPNS dengan Sistem Online
Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawaksaat memberikan arahan kepada para pelamar CPNS di Kobakma, Mamberamo Tengah, Rabu 15 Mei 2019. Foto/Cornelia Mudumi/iNewsTV
A+ A-
KOBAKMA - Jika beberapa kabupaten di Provinsi Papua menolak penerimaan CPNS dengan sistem online, sebaliknya Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) justru memilih tetap menggunakan sistem online.

"Ya, penerimaan CPNS untuk formasi tahun 2018, kami di Mamberamo Tengah tetap menggunakan sistem online, seperti yang sudah ditetapkan pemerintah pusat," ujar Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawaksaat memberikan arahan kepada para pelamar CPNS di Kobakma, Mamberamo Tengah, Rabu 15 Mei 2019.

Ricky melihat beberapa kali telah dilakukan pemerintah Provinsi Papua dan Pemkab/kota dengan bertemu pemerintah pusat untuk berbicara agar penerimaan CPNS menggunakan cara offline. Hanya saja hasilnya, pemerintah pusat tetap pada keputusannya bahwa penerimaan CPNS untuk tahun ini tetap menggunakan sistem online.



"Kalau keputusan pemerintah sudah seperti itu, mau tidak mau, kami di Mamberamo Tengah tetap akan mengikuti apa yang diputuskan pemerintah pusat," ucapnya.

Menurutnya, penerimaan CPNS sebagai sebuah kebutuhan karena sudah lima tahun tidak ada penerimaan CPNS, sehingga ini menjadi kesempatan anak-anak asli Papua untuk menjadi CPNS. Dengan formasi yang ada kali ini dapat mengurangi tingkat pengangguran. Anak-anak Mamberamo Tengah yang sudah lulus baik perguruan tinggi dan SMA/SMK yang kini menganggur dapat terserap.

Dia mengatakan, jika Pemkab Mamberamo Tengah menolak, justru merugikan anak-anak asli Mamberamo Tengah sendiri, sebab belum tentu tahun depan atau dua tahun ke depan ada penerimaan CPNS.

Di sisi lain, penerimaan online juga menjadi pengalaman bagi anak-anak Papua maupun Mamberamo Tengah sehingga di tahun mendatang ada tes seperti mereka menjadi lebih siap dan sudah terbiasa. "Kalau kita menolak model online seperti ini dan memakai sistem offline, kapan lagi kita bisa maju," ucapnya.

Untuk itu, orang nomor satu di Kabupaten Mamberamo Tengah ini meminta seluruh anak-anak asli Papua, khususnya Mamberamo Tengah yang sudah terdaftar maupun yang akan mendaftar agar menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Dia menjelaskan, minat lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi di Kabupaten Mamberamo Tengah untuk menjadi PNS masih tinggi. Hal ini terbukti dengan jumlah pendaftar yang sudah mendaftar secara online sejak dibukanya pendaftaran mulai 25 April 2019 lalu, telah mencapai empat ratus lebih pelamar.

"Dari jumlah empat ratus pelamar itu yang sudah terdaftar secara online, sebanyak lima belas pelamar sudah menyerahkan berkas di kantor BKPLA di Kobakma, ibu kota Kabupaten Mamberamo Tengah. Pelamar yang sudah terdaftar secara online harus menyerahkan berkas lagi untuk diverifikasi agar diketahui siapa-siapa yang layak untuk mengikuti tes," katanya.

Menurutnya, para pelamar yang dinyatakan lolos administrasi akan mengikuti ujian secara online yang akan dilaksanakan di Kobakma, ibu kota kabupaten pada 19 Juni mendatang. Dia mengatakan, soal fasilitas pendukung untuk pelaksanaan ujian seperti komputer dan jaringan internet sudah siap.

"Fasilitas akan kami siapkan, untuk ujian akan dilaksanakan beberapa kali, tidak bisa sekali disesuaikan dngan kondisi yang ada, sehari ujian akan diikuti sebanyak 230 orang," tuturnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak