alexametrics

Video Mesum Sepasang Kekasih Bikin Resah, Polres Blitar Bekuk Pelakunya

loading...
Video Mesum Sepasang Kekasih Bikin Resah, Polres Blitar Bekuk Pelakunya
Seorang pemuda berinisial YS (23) warga Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, ditangkap petugas Polres Blitar karena video mesumnya dengan sang kekasih bikin resah warga. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BLITAR - Seorang pemuda berinisial YS (23) warga Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, ditangkap petugas Polres Blitar karena video mesumnya dengan sang kekasih bikin resah warga. YS diduga sengaja membuat dan menyebarkan video asusila bersama SR (17) kekasihnya yang berdurasi 57 detik.

“Iya ada penangkapan (pelaku video asusila),“ujar Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanuddin kepada Sindonews.com Rabu (15/5/2019). YS dicokok di rumahnya saat waktu sahur.

Kepada petugas pemuda desa itu mengakui semua perbuatannya. Video mesum itu dibuat di salah satu ruangan rumahnya. Adegan tidak senonoh itu, kata YS dibuat atas dasar suka sama suka. Sebab antara dirinya dan SR memiliki hubungan kekasih.



YS kemudian menyebar video porno itu melalui aplikasi gogo life berjaringan luar negeri. Penyebaran itu sengaja dilakukan dan diamini kekasihnya (SR). Belum diketahui motifnya. Apakah untuk mendapat keuntungan atau sekadar mencari sensasi.

Namun, video porno itu justru tersebar di media sosial dalam negeri. Beredar antar grup whatsapp (WA). Karena dianggap meresahkan, warga lantas melaporkan ke kepolisian. Di depan petugas Yudis mengaku tidak tahu kenapa video itu bisa tersebar di media sosial tanah air. Dirinya merasa tidak pernah merasa melakukannya.

“Soal itu (tersebar di media sosial) kita masih mengembangkan penyelidikan,“ kata Burhanuddin. Selain mengamankan pelaku, dalam kasus ini polisi juga menyita satu unit ponsel dan kaos yang digunakan pelaku saat memproduksi video porno.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak