alexametrics

Aktivitas Warga Langkaplancar Terhambat Akibat Jembatan Ambruk

loading...
Aktivitas Warga Langkaplancar Terhambat Akibat Jembatan Ambruk
Jembatan Cigorowek, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. SINDOnews/Syamsul Maarif
A+ A-
PANGANDARAN - Akibat jembatan ambruk di Dusun Cigangsa dan Dusun Cigorowek, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, aktivitas warga terhambat.

Kepala Desa Pangkalan Ukar Heryadi mengatakan, jembatan yang ambruk merupakan penghubung jalur transportasi warga.

"Akibat jembatan ambruk, perekonomian warga melemah karena aktivitas jual beli hasil bumi terkendala," kata Ukar, Selasa (14/5/2019).



Ukar menambahkan, dampak dari jembatan ambruk juga mengakibatkan pembangunan di desanya terhambat karena sulit untuk mengantar material bahan bangunan.

"Waktu pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 lalu pengiriman logistik pun sempat terhambat," tambahnya.

Ukar menjelaskan, jalur jalan tersebut kini tidak bisa dilalui mobil dan motor, hanya pejalan kaki saja yang bisa melintas.

"Sebelumnya kami bersama warga berinisiatif membangun jembatan sementara, namun ambruk lagi karena air air sungai yang deras," jelas Ukar.

Setelah jembatan sementara ambruk oleh derasnya arus sungai, warga membangun kembali jembatan menggunakan pohon kelapa dan bambu.

"Kami meminta Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk segera memperbaiki jembatan yang ada di Dusun Cigorowek," terang Ukar.

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umun Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRTRKP) Kabupaten Pangandaran Ade Kuswaya mengatakan, pihaknya pernah melakukan survei ke lokasi jembatan ambruk tersebut.

Karena jalur tersebut bukan jalan Kabupaten, maka besar kemungkinan perbaikan akan dilaksanakan oleh Bidang Ciptakarya. "Setelah disurvei ke lokasi, jalur akses jalan tersebut merupakan jalan desa," katanya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak