alexametrics

Terkunci di Dalam Mobil, Remaja 19 Tahun Meninggal Dunia

loading...
Terkunci di Dalam Mobil, Remaja 19 Tahun Meninggal Dunia
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A+ A-
KOTAWARINGIN BARAT - Seorang remaja yang mengalami keterbelakangan mental Adi Wiranto alias Abul (19) tewas kehabisan oksigen setelah terkiunci di dalam mobil tetangganya selama kurang lebih 2,5 jam. Peristiwa tragis ini terjadi Gang Haji Sabil, RT 3, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, Sabtu (11/5/2019).

Tetangga korban, Nuryanto mengatakan, pada Sabtu sore korban maish terlihat bermain bendera di sekitar rumahnya. Sekitar pukul 17.00 WIB, ibu korban yakni Bastiah dan kakak perempuan korban mencari keberadaan Abul.

Dibantu para tetangga, Abul tak kunjung ditemukan. Hingga akhirnya pada pukul 18.30 WIB, warga melihat sandal Abul di dekat mobil Honda Jazz B 1644 UFQ di Jalan Swadaya RT 3."Warga bergegas melihat ke mobil dan benar korban berada di dalam. Setelah dibuka mobilnya ternyata korban sudah dalam kondisi lemas dan masih hidup. Kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Kumai. Namun tak berapa lama dinyatakan meninggal dunia," kata Nuryanto kepada MNC Media pada Sabtu malam.



Kepala Desa Sungai Kapitan, M Mulkan mengatakan, mendapat informasi saat korban sudah ditemukan di dalam mobil milik anak dari Musawer yakni M Asary yang bekerja di Jakarta. “Kondisi mobil terparkir di garasi yang terbuka di samping rumah. Memang hampir setiap hari, Abul ini mampir ke rumah Pak Musawer untuk meminta uang atau sekedar bermain di sekitar rumah Pak Musawer. Saat masuk rumah pun tak ada yang mengetahui, karena memang pintu pagar rumah tak pernah ditutup. Ya ini musibah. Tidak ada yang disalahkan,” ujar Mulkan.

Meski musibah, lanjut Mulkan, sudah mempertemukan pihak keluarga korban dengan Musawer. “Namanya kejadian di rumah Pak Musawer meski beliau tidak tahu apa-apa tetap saya pertemukan biar tidak terjadi salah paham. Dan hasilnya baik dan pihak keluarga korban ikhlas atas kejadian ini.”

Rencananya, korban akan dikebumikan pada Minggu (12/5/2019) pagi sekira 07.00 WIB di tempat pemakaman umum sekitar Desa Sungai Kapitan. “Besok pagi akan dikuburkan jenazah Abul. Semua warga di sini merasa kehilangan atas meninggalnya Abul. Karena memang anaknya suka main ke mana mana.”

Sementara itu dalam kasus ini pihak Polsek Kumai sudah mulai melakukan penyelidikan dengan mengorek keterangan pihak keluarga Abul, para tetangga yang menemukan Abul dan juga pihak Pak Musawer. Polisi masih belum bisa menyimpulkan atas kasus ini. “Anggota masih berada di TKP untuk mencari data dan memeriksa para saksi,” ujar Kapolsek Kumai, Agus Priyo Wibowo.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak