alexametrics

Izin Nyuci Pakaian, IRT Ditemukan Tewas Mengambang di Aliran Irigasi

loading...
Izin Nyuci Pakaian, IRT Ditemukan Tewas Mengambang di Aliran Irigasi
Mas'amah (45) warga Kampung Panggang Jambu, Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, ditemukan tewas. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
SERANG - Mas'amah (45) warga Kampung Panggang Jambu, Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, ditemukan tewas mengambang di aliran irigasi. Ibu rumah tangga itu diduga tewas karena tenggelam saat mencuci pakaian.

Kapolsek Kragilan Kompol Andie Firmansyah mengatakan, saat dievakuasi dan dilakukan identifikasi sementara dilokasi tidak ditemukan adanya luka bekas kekerasan ditubuh Masamah.

"Penyebab kematian masih kami selidiki namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kami menduga korban meninggal dunia karena tenggelam di aliran irigasi," kata Kapolsek saat dikonfirmasi, Kamis (9/5/2019).



Berdasarkan keterangan saksi yakni Ahmad Soleh suami korban bahwa, sebelum ditemukan mengambang di irigasi di Kampung Patul, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan Masamah diketahui sedang mencuci pakaian dipinggir aliran irigasi.

Sang suami curiga, sebab Masamah tak kunjung pulang. Dengan rasa penasaran, Soleh kemudian mengecek keberadaan sang istri tercinta ke lokasi mencuci. Betapa kagetnya saat Soleh hanya menemukan tumpukan pakaian kotor yanh sedang dicuci.

"Korban diduga saat mencuci pakaian terpeleset masuk irigasi yang airnya cukup tinggi. Karena tak bisa berenang, korban tenggelam. Tapi itu baru dugaan,"ujar Kapolsek.

Mengetahui istrinya hilang, Soleh pun melaporkan kepada warga. Warga pun langsung melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang bantaran saluran irigasi. Korban akhirnya ditemukan mengambang dalam posisi telungkup tak jauh dari lokasi mencuci. "Kasus ini masih lita selidiki, sedangkan korban sudah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak