alexametrics

BNN Jabar Musnahkan 30 Kg Ganja dan 600 Gram Sabu

loading...
BNN Jabar Musnahkan 30 Kg Ganja dan 600 Gram Sabu
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat memusnahkan 30 kilogram ganja dan 600 gram sabu-sabu hasil pengungkapan kasus dalam empat bulan terakhir, periode Januari-April 2019. SINDOnews/Agus Warsudi
A+ A-
BANDUNG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat memusnahkan 30 kilogram ganja dan 600 gram sabu-sabu hasil pengungkapan kasus dalam empat bulan terakhir, periode Januari-April 2019. Pemusnahan barang haram menggunakan insinerator itu berlangsung di kantor BNN Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (7/5/2019).

Kepala BNN Jabar Brigjen Pol Sufyan Syarif mengatakan, selama empat bulan tersebut jajarannya mengungkap tiga kasus. Pertama, kasus kepemilikan ganja seberat 25 kilogram milik tersangka HR alias D di Kabupaten Cianjur. Ganja itu hasil pengungkapan Polres dan BNN Kabupaten Cianjur. Pelaku HR menggunakan jasa pengiriman paket. Untuk mengelabui petugas, paket ganja itu dicampur dengan teri.

Sedangkan sabu-sabu hasil pengungkapan oleh BNNK Karawang bersama Polres Purwakarta. Kasus ini diungkap di Tol Sadang dengan tersangka berinisial A. "Lalu pengungkapan narkotika jenis sabu seberat 20 kilogram yang didapat dari tersangka ASA alias A di Sukabumi," kata Sufyan.



Selain oleh para tersangka, pemusnahan narkoba juga dilakukan oleh Dirres Narkoba Polda Jabar Kombes Enggar Pareanom, Kakanwil Kemenkumham Jabar L Sitinjak, Kasat Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Irfan Nurmansyah, perwakilan Kodam Siliwangi, Kejati Jabar, MUI, dan Bea Cukai.

"BNN Jabar punya alat canggih dalam memusnahkan narkoba. Alat dari Korea ini bisa melarutkan narkoba dalam waktu cepat," ujar Sufyan. Dengan pemusnahan ini, tutur dia, BNN Jabar berhasil menyelamatkan sebanyak 233.000 jiwa anak bangsa dari bahaya narkoba.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak