alexametrics

Diduga Idap Gangguan Jiwa, Ibu Pembunuh Bayi Dikirim Ke Rumah Sakit Jiwa

loading...
Diduga Idap Gangguan Jiwa, Ibu Pembunuh Bayi Dikirim Ke Rumah Sakit Jiwa
Polres Blitar Kota mengirim Niken Nila Monica (33), ibu yang diduga membunuh bayinya setelah dilahirkan ke Rumah Sakit Jiwa Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BLITAR - Polres Blitar Kota mengirim Niken Nila Monica (33), ibu yang diduga membunuh bayinya setelah dilahirkan ke Rumah Sakit Jiwa Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Apalagi hasil pemeriksaan tim dokter RS Bhayangkara Kediri, perempuan asal Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Blitar ini mengidap gangguan jiwa berat.

"Yang bersangkutan kami kirim ke RSJ Lawang sejak Sabtu 4 Mei 2019," ujar Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono kepada wartawan Minggu (5/5/2019).

Peristiwa dugaan pembunuhan itu terjadi pada 24 April 2019. Bayi laki-laki ditemukan tidak bernyawa di kolong tempat tidur Niken. Selain kain dan gunting, polisi juga mendapati tanda kekerasan pada tubuh bayi. Di kamar itu Niken melahirkan sendiri orok yang dikandungnyaā€ˇ. Begitu lahir, oleh Niken diduga langsung disumpal mulutnya dan dicekik.



Heri mengatakan, pihaknya belum bisa memutuskan kelanjutan penyelidikan kasus pembunuhan bayi. Sebab sampai berapa lama yang bersangkutan menjalani perawatan di RSJ Lawang Malang, belum bisa diketahui.

"Untuk kasusnya ini kita masih menunggu hasil perawatan yang bersangkutan di RSJ Lawang Malang. Berapa lamanya kita belum tahu, "kata Heri.

Sementara itu sebelum diduga menghabisi bayi yang dilahirkannya sendiri, Niken terlihat kerap menyendiri. Dia sering mengurung diri dalam kamar. Bahkan jarang mandi.

Niken juga diketahui sering menabur garam dan deterjen di dalam kamar. "Sempat terlihat bertingkah aneh aneh, "kata kerabat Niken yang enggan disebut namanya.
(wib)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak