alexametrics

Pemilu Berjalan Aman, Panglima TNI Apresiasi Prajurit Kopassus

loading...
Pemilu Berjalan Aman, Panglima TNI Apresiasi Prajurit Kopassus
Panglima saat mengunjungi Grup 1 Kopassus, Kota Serang, Banten, Selasa (30/4/2019). SINDOnews/Rasyid Ridho
A+ A-
SERANG - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengucapkan terima kasih kepada prajurit yang sudah melaksanakan pengamanan pelaksanaan Pemilu 2019.

"Tugas kita mengamankan pelaksanaan pencoblosan telah selesai. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit Grup 1 Kopassus atas pelaksanaan tugasnya mengamankan Pemilu 2019," kata Panglima saat mengunjungi Grup 1 Kopassus, Kota Serang, Banten, Selasa (30/4/2019).

Menurut dia, pelaksaanaan pemilu 2019 telah dilaksanakan dengan aman, damai, dan lancar meskipum Pemilu kalinini dinilai sebagai pemilu paling rumit di dunia. Hasilnya, Indonesia mendapatkan apresiasi dari banyak negara.



"Sebagai Panglima TNI saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas segala keberhasilan pelaksanaan tugas yang telah dipersembahkan oleh Grup 1 Kopassus. Keberhasilan itu hendaknya tidak membuat kita terlena," ujarnya.

Panglima juga memerintahkan kepada seluruh prajurit untuk tetap siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam rangka pengamanan tahapan selanjutnya. Terutama kepada kewaspadaan dari ancaman terorisme dan sparatisme.

"TNI juga harus mewaspadai ancaman terorisme dan separatisme. Serangan bom di Sri Lanka yang diindikasikan sebagai tindakan balas dendam atas serangan di Selandia Baru harus diwaspadai. Demikian pula langkah kelompok OPM di dalam dan luar negeri," kata Hadi.

Selain itu, prajurit Kopassus harus semakin cerdas menyikapi revolusi industri 4.0. Terlebih saat ini penggunaan media sosial sangat tinggi. Banyak beredar informasi yang menjerumuskan di media sosial.

"Kecenderungan manusia sebagai warga pewarta (citizen journalist) menyebabkan orang menyebarkan berita tanpa konfirmasi. Ditambah lagi pihak-pihak yang memang berniat membuat kegaduhan. Artinya semakin maju teknologi, semakin mudah pula orang melakukan kejahatan, termasuk provokasi massa," tandasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak