alexametrics

Kecewa Tak Dipilih, Caleg Ini Minta Kosongkan Lahan Miliknya yang Didiami Warga

loading...
Kecewa Tak Dipilih, Caleg Ini Minta Kosongkan Lahan Miliknya yang Didiami Warga
Salah satu caleg yang gagal duduki kursi DPRD memasang papan imbauan bertuliskan, Perhatian !!! Bagi Yang Tempati Pantai Kimindores Segera Dikosongkan Batas Waktu Akhir Bulan ini. Foto iNews TV/Chanry AS
A+ A-
WAISAI - Pesta demokrasi pemilu legislatif (Pileg) tahun 17 April 2019 lalu ternyata meninggalkan kisah sedih di Kota Waisai, Raja Ampat, Papua Barat. Kurang lebih puluhan keluarga yang tinggal di Kimindores, Kelurahan Sapordanco Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat terpaksa harus menjadi korban politik dari seorang caleg yang gagal melaju ke kursi DPRD Kabupaten Raja Ampat.

Diperkirakan kurang lebih 20 keluarga yang ada di Kimindores ini terpaksa harus hengkang dari lahan milik caleg tersebut. Pasalnya saat pelaksanaan pileg lalu, dari 20 data keluarga yang tinggal membangun gubuk di atas tanah pinggiran pantai ini. Hanya ada dua suara aja yang diberikan kepada caleg yang maju di Dapil 1 Raja Ampat itu.

Hasil pantauan di lokasi lahan atau tanah yang berukuran sekitar 1 hektare ini. Tepat di tengah-tengah pemukiman, caleg yang gagal duduki kursi DPRD memasang papan imbauan bertuliskan, Perhatian !!! Bagi Yang Tempati Pantai Kimindores Segera Dikosongkan Batas Waktu Akhir Bulan ini.



Di dalam papan imbauan ini juga tertulis kata-kata kode keras, lengkap dengan tanda tangan daripada pemilik lahan yaitu, sang caleg. Tak hanya menghadap kearah bagian Timur, papan imbauan untuk segera mengkosongkan lahan pantai Kimindores juga terpampang ke Barat ditempelkan di dalam satu tiang besar.

Saat ditemui selaku Ketua RT 01 Kelurahan Sapordanco Kimindores, Sidik Macap mengaku bahwa, palang imbauan untuk segera mengkosongkan lahan tersebut. Ditancap kurang lebih satu minggu setelah pemilihan umum legislatif 17 April 2019. Dimana waktu pileg hanya ada 2 suara yang masuk.

"Sekarang kami pasrah aja, jika memang harus keluar dari tempat ini dalam waktu yang dekat sesuai papan imbauan. Tidak ada alasan lagi, kami harus keluar sebab dia (oknum celeg,red) yang punya tempat. Kami pun tidak bisa bilang apa-apa, apalagi melawan," terang Sidik Macap di Kimindores Waisai Kota, Sabtu (27/4/2019) sore.

Dia menduga bahwa, pemilik lahan membuat papan imbauan kode keras untuk segera kosongkan pesisir pantai Kimindores kaitan dengan politik 17 April 2019. Pasalnya, aksi pemalangan alias papan imbauan ditancapkan di tengah-tengah pemukiman sesudah pemilu. Dimana, satu hari setelah lakukan pencoblosan surat suara.

Ditanya pemilik tanah tersebut, Sidik mengakui bahwa, dia merupakan seorang caleg yang ikut berkompetisi alias maju di wilayah Dapil 1 Raja Ampat berinisial SLM memakai perahu berlambangkan bulan bintang. Dimana, diwaktu masa kampanye sudah pernah datang mengutarakan niat, tapi tidak langsung mengikat warga.

"Secara pasti, kita memang belum mengetahui apa alasan-alasan dia memaksa untuk mengko songkan tanah ini. Tetapi kalau dilihat pasti ini berkaitan dengan politik 2019, karena sesudah pemilu dia (caleg, red) ini datang keluar masuk rumah di Kimindores. Tidak lama kemudian dia langsung tempelkan tulisan itu," cetusnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak