alexametrics

Tak Kuat Menanjak, Truk Lindas Ayah dan Anak di Bandar Lampung

loading...
Tak Kuat Menanjak, Truk Lindas Ayah dan Anak di Bandar Lampung
Tak kuat menanjak sebuah truk muatan garam melindas dan menyeret sepeda motor yang dikendaraai Teguh Riyadi dan anaknya Kamila (8) di Kawasan Jalan Emir M Nur, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Kamis (25/4/2019). Foto Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BANDAR LAMPUNG - Tak kuat menanjak sebuah truk muatan garam melindas dan menyeret sepeda motor yang dikendaraai Teguh Riyadi dan anaknya Kamila (8) di Kawasan Jalan Emir M Nur, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Kamis (25/4/2019). Sang ayah tewas di lokasi kejadian sementara sang anak luka berat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Abdul Muluk Bandar Lampung.

Menurut Agus saksi mata, kecelakaan maut tersebut sempat terekam kamera CCTV yang berada di lokasi kejadian. Dimana truk Mitsubishi Colt BE 9144 BK yang dikemudikan Ipul tak kuat menanjak saat melintas di Tanjakan Jalan Emir M Nur.

Seketika kemudian melindas sepeda motor yang dikemudikan korban Teguh Riyadi yang berboncengan dengan anaknya Kamila hingga terseret sejauh 13 meter.



“Korban Teguh Riyadi warga Kompleks Kehutanan Pengajaran Teluk Betung Utara ini meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara anaknya Kamila menderita luka berat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Abdul Muluk Bandar Lampung. Nyawa korban Teguh Riyadi tak tertolong setelah terseret sejauh 13 meter bersama sepeda motor yang dikemudikannya," kata Agus.

Jasad korban dibawa ke Ruang Forensik Rumah Sakit Abdul Muluk Bandar Lampung untuk dilakukan visum.

Polisi dari Unit Kecelakaan Satlantas Polresta Bandar Lampung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara di lokasi kejadian dan masih mencari sopir dan kernet truk yang melarikan diri saat kejadian. Kasus kecelakaan maut ini kini masih ditangani petugas Satuan Lantas Polresta Bandar Lampung.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak