alexametrics

Jadi Anggota KPPS saat Hamil, Sugiyanti Alami Keguguran

loading...
Jadi Anggota KPPS saat Hamil, Sugiyanti Alami Keguguran
Seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kecamatan Doplang Kabupaten Blora terpaksa merelakan kehilangan bayi yang dikandungnya. iNews TV/Taufik
A+ A-
BLORA - Seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kecamatan Doplang Kabupaten Blora terpaksa merelakan kehilangan bayi yang dikandungnya. Diduga perempuan itu kelelahan setelah bertugas sehari semalam hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Korban diketahui bernama Sugiyanti (36) warga Dukuhan Kecamatan Doplang Blora. Sebagai petugas KPPS dia merasa memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019 meski tengah mengandung anak ketiga.

"Pada hari H pencoblosan 17 April, dia termasuk petugas yang diandalkan. Meski berbadan dua namun terlihat sigap melayani masyarakat menggunakan gak pilih," ujar anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Doplang, Sapta Rini Kusumaningsih, Rabu (24/4/2019).



Sugiyanti juga terlihat bersemangat mengikuti proses penghitungan suara hingga malam. Meski kondisi fisik tengah berbadan dua, dia pantang menyerah, tetap mengikuti proses penghitungan suara selesai hingga dini hari.

"Saat di rumah kondisinya terus menurun, makanya dilarikan ke RSUD Dr R Soeprapto Cepu untuk mendapatkan perawatan medis pada Sabtu 19 April. Dia kehilangan bayi yang dikandung akibat keguguran," sebut Rini.

Setelah mendapatkan perawatan, kondisi Sugiyanti berangsur membaik. Wajah perempuan berkerudung itu tampak berseri ketika sejumlah rekan penyelenggara Pemilu membesuknya di rumah sakit.

"Kita turut prihatin dengan peristiwa ini. Semoga Mbak Sugiyanti dan keluarga diberi ketabahan dan lekas sehat seperti sedia kala. Dia adalah satu pejuang demokrasi masa kini. Kita sangat apresiasi terhadap semua jerih payahnya," pungkas Rini.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak