alexametrics

Bentrok dengan Kawanan Pemuda, Tiga Polisi Kena Tikam

loading...
Bentrok dengan Kawanan Pemuda, Tiga Polisi Kena Tikam
Tiga anggota Polda Riau diserang dan ditikam sekelompok orang dalam sebuah bentrokan. Akibatnya, ketiganya kini harus mendapat perawatan di rumah sakit. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
PEKANBARU - Tiga anggota Polda Riau diserang dan ditikam sekelompok orang dalam sebuah bentrokan. Akibatnya, ketiganya kini harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Tiga korban yang mengalami luka tusuk adalah Bripda Firli Novendri, Bribda Joss Hapison Jaluhu dan Bripda Riko Samuel D Butar Butar. "Benar, tiga korban saat ini dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau," ujar Kombes Sunarto, Kabid Hmas Polda Riau Minggu (21/4/2019).

Informasi yang dihimpun, kejadian ini terjadi pada Minggu 21 April 2019 sekitar pukul 1.00 WIB. Saat itu ketiganya sedang berada di depan Gelanggang Olahraga Remaja Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman dengan sepeda motor.



Saat itu ketiganya dilempari benda tumpul oleh sekelompok orang yang berjumlah sekitar 20. Mereka mengepung tiga anggota polisi tersebut. Beruntung ketiganya berhasil lolos dari kepungan.

Tidak terima, ketiganya pun memanggil teman-teman mereka di Polda Riau. Sekitar 100 orang datang ke lokasi. Namun tidak lama datang sekawanan pemuda yang masanya lebih banyak menyerang anggota polisi.

Dalam bentrokan itulah tiga anggota polisi terluka akibat benda tajam. Bripda Firli Novendri mengalami luka tusuk benda tajam di lutut paha kanan. Bripda Riko Samuel D. Butar Butar mengalami luka tusuk tangan sebelah kiri dan Bripda Joss Hapison Jaluhu mengalami luka tusuk di lengan kiri.

Rekan korban melarikan ketiga ke RS Syafira di Pekanbaru. Namun ternyata kawanan itu mengejarnya. Mereka pun melempari RS Syafira yang berada di Jalan Sudirman. Akhirnya anggota polisi dievakuasi ke RS Polri. Hingga kini polisi belum berhasil menangkap para pelaku.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak