alexametrics

Perayaan Paskah, Omzet Pedagang Bunga Naik 500%

loading...
Perayaan Paskah, Omzet Pedagang Bunga Naik 500%
Pedagang bunga di kawasan Pasar Horas Pematangsiantar sedang menata bunga yang akan dijual, Minggu (21/4/2019) dini hari. Foto/Ricky Hutapea
A+ A-
PEMATANGSIANTAR - Omzet penjual bunga segar di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara naik hingga mencapai 500 % menjelang perayaan Paskah.

Karena tingginya permintaan bunga segar menjelang Paskah, sebagian besar pedagang bunga di sekitar Pasar Horas Pematangsiantar brrjualan hingga dini hari. (Baca Juga: Libur Paskah, Volume Kendaraan di Tol Tangerang-Merak Meningkat)

Salah seorang pedagang bunga yang ditemui, Minggu (21/4/2019), Linda mengatakan, pada hari biasa omzet penjualan hanya sekitar Rp700 ribu, sepekan menjelang Paskah omzet penjualan naik hingga Rp3,5 juta per hari.



"Paskah tahun ini penjualan bunga jauh lebih baik dari tahun lalu. Omzet naik hingga Rp3,5 juta per hari," sebut Linda.

Menurut Linda, pembeli bunga bukan hanya warga Pematangsiantar yang akan ziarah ke makam orang tua,anak atau kerabat dalam rangka Paskah. Namun juga warga yang datang dari Medan, Tebing Tinggi, Deli Serdang dan sejumlah daerah lainnya untuk ziarah ke kawasan Tapanuli atau Samosir.

Harga bunga segar yang didatangkan dari Tanah Karo menurut Linda juga mengalami kenaikan dari biasanya untuk 6 tangkai sekitar Rp50 ribu naik menjadi Rp60 ribu.

Dua hari menjelang Paskah, pemakaman umat Kristiani dan Katolik di Pematangsiantar juga mulai ramai dikunjungi pendatang dari berbagai daerah.

Salah seorang pendatang dari Jakarta Oloan Naibaho mengaku datang bersama keluarganya untuk ziarah ke makam orangtuanya di Jalan Parsoburan Pematangsiantar.

"Kebetulan libur panjang sampai Minggu setelah Pemilu, saya ziarah ke makam orang tua di pemakaman Kristen di Jalan Parsoburan, Pematangsiantar," ujar Oloan.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak