alexametrics

Polisi Periksa 4 Orang Terduga Provokator Pemilu

loading...
Polisi Periksa 4 Orang Terduga Provokator Pemilu
Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto saat meninjau beberapa PPK di Kota Batam, Minggu (21/4/2019). Foto/Dicky Sigit Rakasiwi
A+ A-
BATAM - Jajaran Polresta Barelang, Kepulauan Riau (Kepri) melakukan pemeriksaan terhadap 4 orang yang menyebarkan temuan kertas suara dari tong sampah di halaman GOR Tiban ke media sosial. Empat orang tersebut diperiksa karena menebarkan contoh kertas surat yang menimbulkan opini negatif dan membuat keresahan.

"Kertas suara itu sampul dan sample tata cara mencoblos sudah disposal dan diangkat dari tong sampah," ujar Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto saat mengecek beberapa PPK di Batam, Minggu (21/4/2019). (Baca Juga: Kampanye Pemilu 2019, Bawaslu Jabar Temukan 636 Pelanggaran)

Irjen Pol Andap Budhi Revianto mengatakan, pemeriksaan terhadap 4 orang dikarenakan telah menyebarkan temuan yang belum pasti kebenarannya, tanpa melaporkan ke pihak yang berwenang.



"Ada pengawas, sampaikan ke pengawas dan pengawas Pemilu pada saat itu sudah menyatakan bukan," ujarnya.

Menurutnya, hal yang mesti dilakukan adalah melaporkan ke pihak yang berwenang, karena ada Bawaslu ada KPU kan ada salurannya. "Kalau direkam lalu diposting dan dishare kemana-mana jadi menimbulkan keresahan," tutupnya.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga menjelaskan, ke-4 orang yang diperiksa tersebut yakni berinisial N, NC, TS dan TM. Terdiri dari 3 pria dan 1 orang wanita.

"Masih dalam pemeriksaan, empat orang ini sekarang sedang diperiksa di Polresta Barelang," ujar Erlangga.

Dikatakannya bahwa postingan yang menjurus meresahkan masyarakat tersebut, sudah diposting lebih dari 200 orang di grup media sosial. Untuk itu dia meminta agar masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi berita yang belum tentu kebenarannya.

"Jangan mudah untuk mengupload informasi yang memprovokasi dan menyebarkan berita hoax, saring dulu kalau dirasa bermanfaat silakan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Erlangga berpesan kepada masyarakat, apabila ada temuan tidak sesuai aturan terkait pelaksanaan Pemilu, masyarakat diminta untuk melaporkan ke Bawaslu.

"Semua pihak harap tetap menjaga kondusivitas dalam, jika pelaksanaan Pemilu ada temuan pelanggarkan laporkan kepada yang berwenang," tutupnya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak