alexametrics

Warga Sumut Diminta Berjiwa Besar Menerima Apapun Hasil Pemilu 2019

loading...
Warga Sumut Diminta Berjiwa Besar Menerima Apapun Hasil Pemilu 2019
Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Nouval Makhyar, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di hadapan ASN Pemprovsu, Kamis (18/4/2019). Foto: SINDOnews/M Andi Yusri
A+ A-
MEDAN - Warga Sumatera Utara (Sumut) diharapkan tetap berkomitmen menjaga suasana aman dan kondusif, pasca pemungutan suara Pemilu 2019. Masyarakat diminta menunggu hasil resmi penghitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Permintaan itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Nouval Makhyar, ketika menjadi pembina upacara Hari Kesadaran Nasional Pemprovsu di halaman kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Kamis (18/4/2019).

“Syukur alhamdulilah, pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 telah terselenggara dengan aman dan lancar. Dalam waktu dekat ini KPU akan mengumunkan hasil penghitungan resminya. Apapun hasilnya nanti, hendaklah kita terima dengan jiwa besar, karena semua itu adalah pilihan rakyat yang juga tidak terlepas dari kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Kepada seluruh komponen masyarakat di Sumatera Utara, marilah kita terus berkomitmen menjaga suasana aman dan kondusif di daerah kita yang kita cintai ini,” ujarnya.



Pada kesempatan itu, Gubsu juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ((Pemprovsu) untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan daya tangkal dalam menghadapi ancaman akan keutuhan NKRI.

Sebab dewasa ini, kehidupan kebangsaan dihadapkan pada tantangan global yang menjurus pada melunturnya semangat gotong royong atau kebersamaan, menurunnya kualitas spiritualisme, merosotnya tanggung jawab komunitas, serta kepedulian sesama.

“Mari kita ciptakan kondisi yang kondusif dengan menjaga keamanan dan ketertiban, serta menghindari hal-hal yang dapat menyulut sentimen kesukuan maupun fanatisme agama yang sempit. Kita perkokoh kerukunan umat beragama dan budaya bangsa yang bersumber pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945,” sebutnya.

Seluruh jajaran Pemprovsu juga diingatkan, baik ketika dalam melaksanakan pelayanan publik, maupun ketika menyusun atau melaksanakan program pembangunan, agar tetap menjadikan Pancasila sebagai basis ideologi dan kekuatan pemersatu. Serta keberagaman sebagai jalinan benang pengikat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Juga hidupkan kembali kearifan lokal sebagai akar paham kebangsaan, dan satu padukan rasa kebangsaan, paham kebangsaan serta semangat kebangsaan, dengan disiplin kerja dan tanggung jawab dalam gerak dan langkah setiap ASN,“ tandasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak