alexametrics

Kodam: Tak Ada Pembakaran TPS di Nduga dan Penembakan Heli oleh OPM

loading...
Kodam: Tak Ada Pembakaran TPS di Nduga dan Penembakan Heli oleh OPM
Kodam XVII/Cenderawasih memastikan tidak ada pembakaran TPS di Nduga, Papua oleh pihak KKSB Organisasi Papua Merdeka dan penembakan Helikopter Penerbad pengangkut logistik di di wilayah Alama, Kabupaten Mimika.Ilsutrasi/SINDOnews
A+ A-
JAYAPURA - Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih memastikan tidak ada pembakaran tempat pemungutan suara (TPS) di Nduga, Papua oleh pihak KKSB Organisasi Papua Merdeka. Dimana sebelumnya pihak KKSB OPM pimpinan Egianus Kogoya menyatakan telah membakar sejumlah TPS di distrik-distrik di Nduga, Papua seperti Mbua, Mugi dan Mapenduma.

"Tidak benar ada pembakaran TPS di Distrik Nduga Papua seperti yang diklaim pihak KKSB atau OPM," kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kol Inf M Aidi Nubic, kepada SINDOnews, Kamis (18/4/2019).

Karena menurut Kapendam, di Kabupaten Nduga hanya ada 3 TPS untuk proses pencoblosan Pilpres dan Pileg 2019. "Di Nduga cuma ada tiga TPS, satu di Bakar Batu dan dua di Kenyam. Dua TPS di Kenyam, satu TPS dengan sistem noken dan satu lagi TPS standar untuk warga pendatang," ujarnya.



Selain itu Kapendam juga menegaskan, tidak ada penembakan terhadap Helikopter penjemput logistik di wilayah Pegunungan Timika Papua, oleh KKSB. Dimana sebelumnya beredar informasi ada penembakan oleh kelompok KKSB di wilayah Alama, Kabupaten Mimika terhadap Helikopter milik Penerbad yang akan landing di lapangan Distrik Alama, Selasa (18/4/2019), pukul 10.00 WIT.

"Katanya ada terdengar suara tembakan dari jauh, namun itupun belum tentu benar karena suara heli kan cukup keras. Selain itu saat di cek di badan helikopter tidak ada kerusakan. Saat ini ada dua heli milik penerbad sudah kembali ke Alama untuk menjemput kotak suara untuk di bawa ke Timika," kata Kepala Penerangan Kodam Cendrawasih Kol Inf M Aidi.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak