alexametrics

Didampingi Putra Daerah, Suara Jokowi di Banten Belum Terdongkrak

loading...
Didampingi Putra Daerah, Suara Jokowi di Banten Belum Terdongkrak
Sosok KH Ma'ruf Amin sebagai putra daerah tidak mendongkrak suara Joko Widodo pada Pemilu 2019 di Provinsi Banten. Bahkan, perolehan suara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul jauh berdasarkan hasil hitung cepat. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
SERANG - Sosok KH Ma'ruf Amin sebagai putra daerah tidak mendongkrak suara Joko Widodo pada Pemilu 2019 di Provinsi Banten. Bahkan, perolehan suara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul jauh berdasarkan hasil hitung cepat.

Dilihat dari hitung cepat, seperti SMRC, suara Jokowi-Amin hanya meraih 32,44 % sedangkan Prabowo-Sandi 62,56%. Lembaga survai Indikator mencatat hasil pasangan nomor urut 01 memperoleh suara 36,78% sedangkan pasangan nomor urut 02 unggul 63,21%.

Kemudian lembaga hasil hitung cepat Charta Politika perolehan suara Jokowi 40,9% sedangkan Prabowo 59,1%. Hasil tersebut memperlihatkan suara yang diperoleh Prabowo unggul seperti pada Pilpres 2014. Saat itu, perolehan suara Jokowi-Jusuf Kalla 42,90% atau 2.398.631 suara kalah dari Prabowo-Hatta yang meraih 57,10% atau 3.192.671 suara.



Padahal, pada setiap kesempatan kampanye di Banten, Jokowi maupun Maruf Amin selalu menargetkan perolehan suara di Banten 60%. Namun, dilihat dari hasil hitung cepat perolehan suara tidak sampai 50%.

Dukungan dari berbagai kalangan yang masuk dalam jajaran TKD Banten seperti ulama kharismatik Banten KH Abuya Muhtadi Dimyati, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Wakil Gubernur Banten Andhika Hazrumy, Wali Kota Tangsel Airin Rahmi Diany, Gubernur Banten Wahidin Halim pun tak membuat suara Jokowi unggul.

Menanggapi hal tersebut, Ketua TKD Banten Asep Rahmatullah mengaku sudah maksimal mencapai target yang sudah ditetapkan. Namun, sosok KH Ma'ruf Amin tidak bisa berbuat banyak untuk mendongkrang suara dan meraih kemenangan dari pasangan Prabowo-Sandi.

"Bayangkan Kiai Maruf yang orang Banten tidak bisa mengubah ini (suara Jokowi). Maka dari itu semalam kita diskusi apa penyebabnya? Kita akan melakukan analisa," ujar Asep dihubungi wartawan.

Untuk diketahui, KH Ma'ruf Amin merupakan cicit dari Syekh Nawawi Al Bantani, seorang ulama asal Tanara, Banten yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram. Mantan Ketua MUI itu lahir di Kresek, Tangerang.

Kemudian berjuang mendirikan pesantren di tempat kelahiran kakek buyutnya di Tanara, Kabupaten Serang Banten. Bahkan, pada orasi politiknya di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang Jokowi memuji bahwa KH Ma'ruf Amin adalah salah satu ulama besar yang dilahirkan oleh Provinsi Banten.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak