alexametrics

Jadi Korban Bully Teman-Temannya, Siswi SD di KBB Banjir Simpati

loading...
Jadi Korban Bully Teman-Temannya, Siswi SD di KBB Banjir Simpati
Nabila (12) siswi kelas 6, SDN 1 Cibodas Pangauban, Kecamatan Batujajar, KBB, yang menjadi korban bully teman sekelasnya. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto B
A+ A-
BANDUNG BARAT - Seorang siswi SDN 1 Cibodas Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi korban bully teman-temannya. Aksi bully terhadap murid kelas enam itu yang bernama Nabila (12), sempat direkam temannya yang lain dan menjadi viral setelah dikirim ke media sosial.

Pada video tampak beberapa siswa mengejek siswi yang tinggal di Kampung Cibodas, RT 3/7, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar. Nabila yang tersulut emosi gara-gara sepatunya dirusak teman-temannya, sambil menahan tangis mengungkapkan kekesalan dan curhatan hatinya. Bagaimana dia bersusah payah membeli sepatu yang dirusak itu dari hasil menjual rongsokan.

"Kejadian itu terjadi pada Sabtu (6/4/2019) saat di luar jam pelajaran sekitar pukul 13.00 WIB," kata Wali Kelas Nabila yang minta namanya tidak disebutkan, Rabu (17/4/2019).



Dia menyebutkan, sempat terkejut karena ada orang tua dari temannya Nabila yang ada di video itu menunjukkan rekaman gambar aksi tersebut kepada dirinya.

Kemudian pihak sekolah sempat membahas persoalan ini dan menilai jika itu merupakan aksi bercanda biasa murid-murid. Hanya saja karena merasa kesal, Nabila akhirnya menangis dan berbicara lantang seperti yang ada di video.

"Itu di luar jam pelajaran. Kami sebenarnya di sekolah sedang ada rapat dengan para orang tua guna menghadapi ujian sekolah berbasis nasional," sambungnya.

Menurut penuturan Ira (70), nenek dari Nabila, cucunya tersebut tinggal sehari-hari dengannya dan sang kakek Cece (70). Ini dikarenakan kedua orangtuanya berpisah dan mereka meninggalkan Nabila sejak bayi. Ibunya Nabila saat ini berada di Kalimantan dan bapaknya tak tahu di mana. Keduanya tak pernah datang ke Batujajar walaupun hanya untuk sekadar melihat anaknya.

"Kalau sehari-hari dia (Nabila) sepulang sekolah sering mencari barang rongsokan keliling kampung dan setiap Sabtu saya jual. Biasanya kalau dapat dua karung besar dijual antara Rp25 ribu sampai Rp30 ribu," tuturnya.

Sementara Nabila mengaku dirinya merasa kesal pada teman-temannya yang membully karena hal itu sudah sering dialaminya. Bukan hanya ditujukan kepada dirinya, kadang ejekan teman-temannya juga dialamatkan kepada nenek dan kakeknya.

"Mereka juga suka mengejek abah yang sakit karena kalau kencing harus pakai selang. Dan pas mereka merusak sepatu, saya semakin kesal dan marah," ucapnya polos.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak