alexametrics

Banjir Bandang Terjang 3 Kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota

loading...
Banjir Bandang Terjang 3 Kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota
Banjir bandang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (16/4/2019). Luapan air bah yang membawa material kayu dan batu besar yang diduga berasal dari Gunung Sago. Foto iNews TV/Wahyu S
A+ A-
TANAH DATAR - Banjir bandang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (16/4/2019). Luapan air bah yang membawa material kayu dan batu besar yang diduga berasal dari Gunung Sago ini menghantam sejumlah rumah dan sawah warga yang berada di pinggir aliran sungai. Belum ada laporan korban jiwa dalam musibah banjir bandang ini.
Banjir Bandang Terjang 3 Kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota

Banjir bandang ini terekam video amatir warga saat menerjang Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat sekitar pukul 14.50 WIB Selasa sore.

Air bah yang diduga berasal dari Gunung Sago ini terdampak pada tiga kecamatan masing-masing Lareh Sago Halaban, Luak dan Situjuh Limo Nagari.

Warga Situjuh Limo Nagari menyebutkan, sebelum kejadian warga mendengar suara dentuman yang cukup keras tak lama kemudian melihat air di aliran Sungai Beriak.



Hanya dalam beberapa saat air bah banjir bandang yang membawa material lumpur, kayu dan bebatuan mengalir di beberapa aliran sungai.

Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota Joni Amir dalam laporan sementaranya menyebutkan sejumlah rumah warga yang berada di pinggir sungai dihantam banjir bandang.

Kondisi terparah sementara terdapat di Kecamatan Situjuh Limo Nagari sebuah rumah milik Niwar (65) di Jorong Pincuran Nena terendam lumpur setinggi 1 meter.

Sementara selain menerjang rumah dan sawah banjir bandang dilaporkan juga menghanyutkan sejumlah hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kambing.

Menurut warga, banjir bandang diduga disebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur kawasan Gunung Sago dalam beberapa hari terakhir.

Camat Situjuh Limo Nagari Rahmat Hidayah menyebutkan, hingga Selasa malam warga di sekitar lokasi sedang mengevakuasi diri dan hewan ternak ke tempat yang aman. Belum ada laporan kerusakan rumah warga yang lebih parah dan jumlah kerugian.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak