alexametrics

Ratusan Penumpang Kapal Kelud Terancam Tak Ikut Nyoblos

loading...
Ratusan Penumpang Kapal Kelud Terancam Tak Ikut Nyoblos
KM Kelud meninggalkan Pelabuhan Belawan menuju Tanjung Priok Jakarta. Ratusan penumpang terancam tak ikut nyoblos. Foto/Rusli HR
A+ A-
BELAWAN - Diperkirakan ratusan penumpang kapal KM Kelud terancam tak ikut menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2019, besok, Rabu (17/4/2019).

Ketidakikutsertaan penumpang ini dikarenakan KM Kelud baru tiba di Pelabuhan Batam pada 17 April pagi. Sedangkan untuk Pelabuhan Tanjung Balai Karimun baru tiba 18 April dan seterusnya berlayar ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. (Baca Juga: 700 Napi dan Tahanan di Rutan Kebonwaru Tidak Bisa Nyoblos)

Syahbuddin Harahap (71) penduduk Perumnas Mandala Medan ketika dijumpai di atas kapal mengaku sudah dapat surat pemberitahuan model C6. Namun dirinya tidak sempat menukarkan dengan formulir A5.



Dia mengaku berangkat ke Batam secara mendadak yang akhirnya terpaksa tidak ikut memilih pada Pemilu kali ini.

Sedangkan Yoga (19) penduduk Medan Johor, ketika dijumpai di atas kapal mengaku sebenarnya ingin memberikan hak pilih. Namun dirinya terpaksa berangkat ke Tanjung Balai Karimun karena urusan pekerjaan.

Kepala cabang Pelni Medan Belawan menjelaskan, kapal KM Kelud berangkat, Selasa (16/4/2019) membawa penumpang sebanyak 1.258 orang.

Kata dia, di atas kapal dari tahun ke tahun tidak pernah disediakan fasilitas TPS untuk mencoblos. KPU hanya menyediakan TPS di Pelabuhan Batam.

Namun, untuk penumpang kapal ke Tanjung Balai Karimun, maupun ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dipastikan tidak ikut memilih.

Pelayaran kapal penumpang KM Kelud milik Pelayaran Nasional (PELNI) dari pelabuhan Belawan menuju ke pelabuhan Batam, Selasa (16/4/2019) siang, menuju ke pelabuhan Batam, Tanjung Balai Karimun dan ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak