alexametrics

Viral, Mobil Dinas Pemkab Raja Ampat Digunakan Kampanye Partai Demokrat

loading...
Viral, Mobil Dinas Pemkab Raja Ampat Digunakan Kampanye Partai Demokrat
Mobil dinas Pemerintah Kabupaten Raja Ampat diduga digunakan untuk mengangkut atau memobilisasi massa kampanye Partai Demokrat pada Sabtu 13 April 2019. iNewsTV/Chanry Andrew Suripatty
A+ A-
WAISAI - Mobil dinas Pemerintah Kabupaten Raja Ampat diduga digunakan untuk mengangkut atau memobilisasi massa kampanye Partai Demokrat pada Sabtu 13 April 2019. Kejadian tersebut yang juga viral di media sosial, akhirnya dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Raja Ampat, oleh partai Hanura Raja Ampat.

Foto mobil dinas berpelat merah dengan nomor polisi PB 5833 R terlihat sedang berhenti dan menaikan sejumlah massa saat kampanye. "Pintar sampai pake mobil dinas mobilisasi massa untuk kampanye...!" tulis akun Facebook Don Renato dalam caption foto tersebut.

Netizen pun ramai mengomentari postingan Facebook Don Renato tersebut. "Partai apa nih kampanye pake mobil dinas ... tau aturan kampaye k tdk eeeee oh mungkin pns yg lg demo k?? Dan klo penguasa lebih memahami jelas" tulis Dina Heipon, salah satu netizen Facebook dalam kolom komentar tersebut.



Partai Hanura Raja Ampat langsung melaporkan kepada pihak Bawaslu Raja Ampat. Laporan tersebut langsung dilakukan oleh kader Hanura Raja Ampat, Don Renato didampingi sejumlah pengurus dan kader Hanura Raja Ampat.

Terkait laporan dari partai Hanura Raja Ampat tersebut, Komisioner Bawaslu Raja Ampat, Marten Rumsowek belum dapat dikonfirmasi. Telepon seluler yang bersangkutan saat dihubungi juga tidak aktif.

Sekda Raja Ampat Yusuf Salim juga belum dapat dikonfirmasi terkait tudingan kendaraan dinas Pemkab Raja Ampat yang digunakan memobilisasi massa saat kampanye. Termasuk adanya dugaan tekanan dari Pemerintah Kabupaten Raja Ampat kepada ASN dan honorer untuk memenangkan partai tertentu.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak