alexametrics

Kampung Anti Politik Uang Pasang Puluhan CCTV, Poster dan Banner

loading...
Kampung Anti Politik Uang Pasang Puluhan CCTV, Poster dan Banner
Kampung Kidul Pasar, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang kini tengah viral di media sosial sebagai kampung anti politik uang dan sembako. Foto iNews TV/Deny I
A+ A-
MALANG - Kampung Kidul Pasar, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang kini tengah viral di media sosial sebagai kampung anti politik uang dan sembako. Karena untuk memerangi politik uang dan sembako serta mencegah “ serangan fajar” sejak masa tenang di kampung ini dipasang puluhan banner dan poster tolak money politics.

Poster tersebut bertuliskan stop politik uang serta mencantumkan nomor Bawaslu Kota Malang. Sekelompok warga yang tergabung dalam aksi gerakan moral tolak politik uang ini juga gencar melakukan sosialisasi pada warga agar tidak menerima serangan fajar jelang pelaksanaan pemilu.

Selain itu untuk mewaspadai serangan fajar dipasang 50 kamera CCTV yang tersebar di berbagai titik strategis di kampung tersebut. “Semua upaya ini dilakukan agar warga bisa memilih calon legislatif maupun presiden dan wakil presiden sesuai rekam jejaknya bukan karena iming-iming uang,” kata M Soleh seorang warga.



Terlebih lagi, kata dia, di tahun 2018 lalu, Kota Malang menjadi sorotan nasional karena kasus korupsi massal 45 anggota DPRD-nya dengan eksekutif. Dan lagi-lagi politik mahar dan biaya politik mahal menjadi alasan.

“Lewat tindakan ini diharapkan seluruh anggota legislatif maupun presiden dan wakil presiden yang terpilih bebas dari praktik korupsi. Karena sudah membiasakan dari awal tidak melakukan politik uang,” timpalnya.

Aksi gerakan moral warga ini mendapatkan apresiasi dari Bawaslu dan Panwascam Kota Malang. “Gerakan moral seperti ini dinilai membantu tugas petugas dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil,” kata Ichya Ulumuddin Panwascam Klojen, Kota Malang.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak