alexametrics

80 Bidang Tanah Diduga Dipalsukan, Warga Solear Lapor ke Polda Banten

loading...
80 Bidang Tanah Diduga Dipalsukan, Warga Solear Lapor ke Polda Banten
Warga Desa Munjul, Kabupaten Tangerang, Banten mengadu ke Polda Banten terkait dugaan pemalsuan 80 surat perjanjian jual beli tanah milik masyarakat. Foto/Ist
A+ A-
SERANG - Sejumlah warga Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten mendatangi Polda Banten. Kedatangan mereka setelah adanya dugaan pemalsuan 80 surat perjanjian jual beli tanah milik masyarakat oleh terduga pelaku inisial UD dan PT P.

"SPJB dari 80 orang, mulanya digunakan untuk gugatan sengketa kepemilikan antara oknum berinisal UD dan timnya, membuat SPJB dengan PT P," kata Novri Direktur Reskrimum Polda Banten selaku Kasatgas Mafia Tanah, Kombes Pol Novri Turangga, Senin (15/4/2019). (Baca Juga: Polda Banten Limpahkan Berkas 2 Tersangka Mafia Tanah)

Novri mengungkapkan, 80 pemilik tanah tersebut, tidak mengetahui jika oknum berinisal UD dan PT P melakukan upaya gugatan kepemilikan tanah ke pengadilan. Tiba-tiba ke 80 bidang tanah milik 80 orang seluas kurang lebih 40 hektar diratakan tanahnya dan sebagaian bidang tanahnya telah dijual ke PT SMN.



Novri menyebutkan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyidikan dengan melakukan uji labolatorium dan berkas yang akan dipelajari oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), setelah itu akan disampaikan ke hakim dalam persidangan.

"Jika SPJB yang digunakan untuk klaim kepemilikan tanah milik 80 orang tersebut meragukan atau diduga palsu dan UD telah ditetapkan sebagai Tersangka yang kemungkinan tambah tersangka lain," tegasnya.

Kasubasatgas Brantas Mafia Tanah AKBP Sofwan mengatakan, SPJB itu diduga palsu karena ada 3 nama pemilik bidang meninggal tahun 1990, 1995 dan 1997. Padagal SPJB tersebut ditandatangani pada tahun 2004.

"Ada beberapa pemilik bidang yang bisa tandatangan, namun dalam SPJB tersebut menggunakan Cap Jempol. Selain itu 80 pemilik SHM menyatakan tidak pernah ada transkasi jual beli kepada UD," katanya.

Salah satu warga pemilik tanah Unan mengaku, jika dirinya tidak pernah melakukan transaksi jual beli dengan orang yang bernama UD. Bahkan dirinya tidak mengenal orang tersebut, begitu pula dengan kerabat dan 79 masyarakat yang SPBJ nya di palsukan juga

"Saya enggak pernah transaksi dengan dia (UD), kenal juga nggak. Tapi tanah sudah dipasang plang bahwa tanah milik US," katanya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak