alexametrics

BKSDA Terus Pantau Perburuan Penyu Pulau Enggano

loading...
BKSDA Terus Pantau Perburuan Penyu Pulau Enggano
Tim BKSDA melepaskan penyu yang didapatkan saat patroli rutin. Foto/Istimewa
A+ A-
BENGKULU - Badan Konservasi Sumber Daya Alam terus memantau perburuan Penyu di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Sosialisasi dan penyuluhan terus dilakukan guna memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kelestarian satwa yang dilindungi tersebut.

Diketahui, secara turun-temurun penyu menjadi makanan khas ritual adat masyarakat yang mendiami Pulau terluar di Provinsi Bengkulu. Kearifan lokal budaya setempat ini menyajikan makanan berbahan daging Penyu pada acara ritual tahunan dan pesta adat pernikahan.

Sejumlah kepala suku dan pemuka adat Enggano sempat meminta kebijakan khusus terkait penggunaan Penyu pada acara ritual. Mereka meyakinkan penyajian daging Penyu pada setiap acara ritual adat akan menjauhkan masyarakat suku Enggano dari bala dan malapetaka.



"Adat Enggano merupakan kearifan lokal. Kami terus memantau perburuan Penyu di Enggano," terang Badan Konservasi Sumber Daya Alam melalui Kapala Resort Kesatuan Pengelolan Hutan Konservasi Kahyapu, Mardiansyah, Jumat (12/4/2019).

Dengan pemantauan ini, ekosistem Penyu di Pulau Enggano diharapkan tetap terjaga. Mardiansyah menjelaskan, penyu adalah hewan yang mendukung keseimbangan ekosistem laut. Masuk ke dalam daftar hewan dilindungi undang-undang yang jumlahnya terbilang langka.

Dalam beberapa bulan terakhir, pihaknya telah melepas sejumlah penyu dewasa yang didapatkan saat patroli rutin di lapangan. Tindakan tegas tetap akan diterapkan jika mendapati oknum masyarakat yang menangkap penyu diluar kepentingan ritual adat.

"Hingga saat ini pantauan kami masih kondusif. Ada sejumlah penyu yang kami lepaskan. Kami dapati saat patroli rutin," imbuhnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak