alexametrics

Panglima Pemekaran Pangandaran Ajak Warga Dukung Capres 02

loading...
Panglima Pemekaran Pangandaran Ajak Warga Dukung Capres 02
Panglima Pemekaran Kabupaten Pangandaran Eka Santosa ajak warga Pangandaran untuk mendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 02 Prabowo-Sandiaga Salahuddin Uno. SINDOnews/Syamsul Maarif
A+ A-
PANGANDARAN - Panglima Pemekaran Kabupaten Pangandaran Eka Santosa ajak warga Pangandaran untuk mendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 02 Prabowo-Sandiaga Salahuddin Uno.

Ajakan dukungan tersebut dilontarkan Eka Santosa yang merupakan Panglima Pemekaran Kabupaten Pangandaran pada rangkaian acara Kampanye Akbar Pasangan Nomor Urut 02 di lapang Desa Wonoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Kamis, (11/4/2019).

"Pemekaran Kabupaten Pangandaran tidak terlepas dari rangkaian sejarah panjang perjuangan beberapa tokoh," kata Eka.



Eka menambahkan, tokoh yang menjadi pelaku sejarah Pemekaran Kabupaten Pangandaran saat ini di antaranya Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran Supratman yang menjadi bagian dari pendukung Pasangan Calon Presiden Wakil Presiden 02.

"Kami mengajak warga Pangandaran untuk cerdas memilih pemimpin pada Pemilihan Umum Serentak Rabu 17 April 2019 mendatang menyalurkan hak pilih ke Prabowo-Sandi," tambahnya.

Eka menjelaskan, Prabowo-Sandi diyakini bisa membawa perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik dan memberikan kesejahtraan kepada masyarakat. "Prabowo-Sandi merupakan figur yang komitmen menjaga keutuhan Pancasila dan NKRI," jelas Eka.

Eka memaparkan, partai yang berkoalisi mendukung Paslon Capres Cawapres juga komitmen untuk tidak melibatkan kepentingan asing yang bisa membahayakan ideologi Negara. "Untuk itu kami ajak masyarakat Pangandaran untuk mendukung Pasangan Nomor Urut 02 agar cita-cita pemekaran bisa terwujud," pungkasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak