alexametrics

3 Hari Dikepung Banjir, Warga Subang Memilih Bertahan di Rumah

loading...
3 Hari Dikepung Banjir, Warga Subang Memilih Bertahan di Rumah
Petugas melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di Ciasem, Subang, Jawa Barat.Foto/SINDOnews/Didin Jalaludin
A+ A-
SUBANG - Sebagian besar warga yang terdampak banjir di Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat memilih bertahan di rumah mereka masing-masing. Mereka khawatir harus meninggalkan barang di rumahnya, tak kecuali barang penting dan berharga.

"Kalau mengungsi justru malah repot. Harus bawa barang-barang. Terus setelah banjir reda harus dubawa lagi ke rumah," kata Hasan (40) warga setemoat yang jadi korban banjir di Kecamatan Ciasem, Rabu (10/04/2019).

Atas alasan itu dirinya dan warga lain memilih bertahan di rumah, meskipun aktivitasnya terganggu. Padahal sudah tiga hari banjir menggenangi rumah mereka.



"Ya, warga masih banyak yang bertahan di rumah. Dan sebagian besar tidak mau ngungsi,"tambah warga lainnya. Seraya menyebut jika untuk tidur warga berinisatif membuat ranjang berkaki tinggi di dalam rumah untuk menghindari air yang masih menggenang, khususnya rumah yang satu lantai.

Seperti diketahui, bencana tersebut disebabkan luapan air sungai Ciasem menyusul tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak Minggu malam lalu. Hingga Rabu malam ini banjir masih terjadi, meskipun ketinggian air yang sebelumnya mencapai satu meter sesekali berangsur surut. Apalagi jika saat hujan tidak turun.

Kantor Kecamatan Ciasem mencatat, ada lima desa yang terdampak banjir. Air merendam ratusan hektare areal pertanian padi dan sedikitnya 850 rumah warga. Warga yang paling terdampak banjir berada di Desa Dukuh, jumlah rumah yang terendam di desa itu mencapai 523 unit.

Sisanya 150 unit rumah di Desa Ciasem Tengah, 100 unit rumah di Desa Ciasem Hilir, 50 unit rumah di Desa Sukamandijaya dan 20 unit rumah di Desa Jatibaru.

Banjir juga mengakibatkan aktivitas warga lumpuh. Bahkan sejumlah sekolah ikut diliburkan sejak Senin, karena gedung sekolah yang ada juga ikut terendam.

Kapolres Subang AKBP Muhamand Joni meminta warga yang pemukimannya terdampak banjir bersedia dievakuasi. Apalgi jika hujan kembali turun. Pihaknya khawatir ketinggian air tidak terkendali dan akibatnya membahayakan keselamatan.

"Saya imbau kepada masyarakat yang rumahnya terendam air agar bersedia jika dievakuasi petugas. Kami telah menyiapkan tenda darurat untuk penampungan sementara bagi para korban,ā€¯ungkapnya.

Selain menerjunkan ratusan anggotanya untuk membantu parakorban sekaligus menjaga kemanan di lokasi banjir, Polres Subang juga memberikan bantuan makanan berupa sembako, sebanyak 400 dus. "Bantuan yang kami berikan semoga bermamfaat,"tambahnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak