alexametrics

Ditinggal Mobil BTNT, 4 Wartawan Terlantar di Lereng Gunung Tambora

loading...
Ditinggal Mobil BTNT, 4 Wartawan Terlantar di Lereng Gunung Tambora
Empat wartawan duduk di gubuk warga setelah ditinggal pulang oleh mobil BTNT. Foto/Edy Irawan
A+ A-
BIMA - Empat wartawan di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) terlantar di tengah hutan lereng Gunung Tambora setelah ditinggal pulang oleh mobil Taman Nasional Tambora, Selasa (2/4/2019).

Keempat wartawan, di antaranya 2 jurnalis televisi yakni Edy Irawan (MNC Group), Azhar (Net TV) dan 2 lainnya dari media lokal yakni Hermansyah (Bimeks), Agus Gunawan (Metromini.com). (Baca Juga: 2018, IJTI Ingin Jurnalis Indonesia Profesional dan Berintegritas)

Menurut Agus, kejadian itu berawal dari dirinya dan tiga rekan lainnya hendak meliput panen raya madu di Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.



"Kami berangkat dari Kantor Balai Taman Nasional Tambora dengan menggunakan tiga mobil dinas bersama perwakilan BTNT dan Bumdes Mekar Sari Piong. Sesampai di lokasi, kami ditinggal pulang saat melihat sarang madu yang rencananya hendak dipanen dan kami pun pergi tidak lama hanya sekitar 15 menit," kata Agus.

Agus menyesalkan pihak Balai Taman Nasional Tambora karena meninggalkan empat wartawan yang semula berangkat bersama menuju lereng tambora.

Terlebih, lokasi yang begitu jauh dengan perjalanan hingga 4 jam menuju sarang lebah atau rumah madu yang akan dipanen. Beruntung, ada warga petani yang mengantarkan empat jurnalis itu pulang menuju ke perkampungan warga.

"Saya menyesalkan tingkah Kepala Balai Taman Nasional Tambora yang juga ikut dalam rombongan tersebut. Mereka pulang dari lereng tambora tanpa koordinasi. Hampir kami putus asa jika memikirkan perjalanan pulang yang begitu jauh. Namun beruntung ada warga yang membantu kami berempat mengantarkan pulang menggunakan sepeda motor,” kesalnya.

Tiba di perkampungan warga, keempat wartawan beristirahat sejenak melepas letih setelah perjalanan jauh dari tengah hutan lereng tambora.

Hingga saat ini, Kepala Balai Taman Nasional Tambora belum dapat dihubungi guna menanyakan kejadian tersebut. Rencananya, keempat wartawan akan mengadukan kejadian ini ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Langkah yang akan kami tempuh dengan meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, agar mencopot Kepala Balai Taman Nasional Tambora segera dari jabatannya," tegas Agus.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak