alexametrics

Buah Hasil Nawa Jiwa

Pasangkayu Sukses Capai Sasaran Pembangunan Jangka Menengah

loading...
Pasangkayu Sukses Capai Sasaran Pembangunan Jangka Menengah
Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa./foto:IST
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Pasangkayu pada tahun 2018 sukses mencapai sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021. Hal ini bisa dilihat dari indikator makro pembangunan Pasangkayu yang semua aspek menunjukkan progres positif.

Indikator ekonomi Pasangkayu tahun 2018 tumbuh 10,22%, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya (2017) yang tercatat 8,88%. Kemudian angka kemiskinan menurun jadi 3,86% dibandingkan tahun 2017 yang masih 4,06%.

"Pencapaian ini berkat kerja keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu yang fokus pada 3 dimensi dan 9 agenda prioritas Nawa Jiwa,” kata Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Selasa (2/4/2019).



Tiga dimensi meliputi dimensi pembangunan sumberdaya manusia dan daya saing, dimensi pembangunan kemajuan daerah, serta dimensi pelayanan publik. Sedangkan 9 agenda prioritas (Nawa Jiwa) meliputi 1. peningkatan dan perluasan layanan pendidikan, 2. peningkatan dan perluasan layanan kesehatan, 3. pembangunan mental-spiritual, 4. peningkatan pembangunan infrastruktur, 5. peningkatan produktivitas pertanian, perikanan, dan kelautan, 6. pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah, 7. penataan kelembagaan pemda/reformasi birokrasi, 8. penataan kota dan lingkungan, terakhir 9. pembangunan perdesaan.

Menurut Agus, dirinya melakukan penguatan implementasi money follow the program dalam RPJMD. Yakni menajamkan prioritas daerah dengan 9 prioritas daerah dan 20 fokus program, memastikan pelaksanaan program dengan melakukan pengendalian dilakukan sampai level satuan, dan menajamkan integrasi sumber pendanaan meliputi satuan kerja perangkat daerah (SKPD), belanja transfer ke desa, korporasi dan swasta. “Kami melakukan pendekatan perencanaan holistik-tematik, terintegrasi, dan spasial (HITS),” ujar dia.

Pencapaian indikator makro pembangunan Kabupaten Pasangkayu memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Pasangkayu yang 10,22% merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi diProvinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Pendapatan perkapitan penduduk Rp80,40 juta per tahun, tertinggi di Sulbar . Angka Kemiskinan 3,86%, terendah di Sulbar. Tingkat pengangguran terbuka 1,40% merupakan angka terendah di Sulbar.

Sebelumnya, Pemkab Pasangkayu juga mencatatkan kesuksesan pembangunan pada program prioritas yang telah dilaksanakan pada periode 2010-2015. Yakni Desa SMART berupa pembangunan infrastruktur jalan meliputi jelan dan jembatan yang telah menghubungkan 59 desa, 4 kelurahan, dan 12 kecamatan.

Setelah itu program prioritas yang telah dilaksanakan pada periode 2016-2021 yakni, 1. Pencanangan Kampung Swadaya Pendidikan di desa/wilayah swadaya pendidikan, 2. Program Retrival dan Transisiberupa pemastian semua anak usia sekolah bersekolah, 3. Da’a Smart yaitu pemberdayaanmasyarakat adat pedalaman dengan sistem mengubah pola hidup, 4. Posyandu Mandiri, 5. Kampoeng KB, 6. Desa Mandiri Pangan, 7. Desa Mandiri Benih, 8. Swasembada Beras, 9. Kampung Udang Paname berupa pembangunan Infrastruktur perikanan dengan melibatkan masyarakat dan investor.

Selanjutnya atau program ke-10 yakni, Satu Desa Satu Usahawan (OVOE /One Village One Enterpreneur) berupa upaya menciptakan usahawan untuk setiap desa, 11. UMKM Mandiri, 12. Koperasi Mandiri, 13. Desa Wisata, 14. Desa/Kota Mandiri Infrastruktur, 15. Desa Sadar Hukum dan HAM, 16. Desa Partisipatory dimana tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa menjaditerbaik, 17. Desa dengan sistem perencanaan dan penganggaran mandiri, 18. Kebersihan KotaPasangkayu dan ibu kota kecamatan, 19. E-goverment dan terakhir atau program ke-20 yakni, Kota Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

"Beberapa pencapaian kami di antaranya yakni, di bidang kesehatan, angka harapan hidup terusa meningkat tiap tahunnya, dari sebelumnya 65,13 pada tahun 2016, lalu meningkat jadi 65,33 tahun 2017, dan naik lagi jadi 65,53 pada tahun 2018. Angka kematian ibu melahirkan terus menurun, 178 pada tahun 2016, jadi 163 pada 2017, dan turun lagi hingga 148 pada tahun 2018. Lalu di bidang penataan kota dan lingkungan hidup, Rasio ruang terbuka hijau terus membaik, yakni 1,94% tahun 2016, lalu 3,64% tahun 2017 dan meningkatkan lagi jadi 5,34% pada tahun 2018. Selain itu masih banyak lagi pencapaian lainnya,” pungkas Agus Ambo Djiwa.
(akn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak