alexametrics

Gubernur Sumsel Dapat Gelar Kasunanan Keraton Surakarta Hadiningrat

loading...
Gubernur Sumsel Dapat Gelar Kasunanan Keraton Surakarta Hadiningrat
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama dengan sang istri Febrita Lustia dan putri sulungnya Percha Leanpuri mendapatkan anugerah sesebutan gelar atau pangkat dari Kasunanan Keraton Surakarta Hadiningrat.
A+ A-
SOLO - Dinilai memiliki kepedulian lebih dalam melestarikan budaya dan adat istiadat serta karifan lokal khususnya adat jawa, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama dengan sang istri Febrita Lustia dan putri sulungnya Percha Leanpuri mendapatkan anugerah sesebutan gelar atau pangkat dari Kasunanan Keraton Surakarta Hadiningrat. Gelar diberikan dalam upacara adat keraton yang langsung dipimpin oleh Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIII, bertempat di Keraton Solo, Jawa Tengah, Minggu (31/3/2-2019) malam.

Gelar adat keraton yang disematkan kepada Gubernur Sumsel Herman Deru tersebut adalah Kanjeng Raden Aryo Tumenggung Herman Deru Notonegoro. Sementara Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia mendapatkan gelar pangkat Kanjeng Mas Tumenggung Febrita Lustia. Sedangkan Duta Literasi Sumsel Percha Leanpuri memperoleh sesebutan pangkat Nyimas Tumenggung Percha Leanpuri.

Usai menerima pemberian gelar pangkat dari Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIII tersebut, Herman Deru mengatakan gelar adat yang diterimanya tersebut memiliki arti tersendiri baik secara pribadi maupun sebagai Gubernur, juga bagi seluruh warga Sumatera Selatan.



"Gelar adat ini adalah salah satu implementasi dari apa yang sering saya sampaikan saat kunjungan kerja ke daerah-daerah untuk tetap mempertahankan kearifan lokal di tengah derasnya arus modernisasi masuknya budaya luar," ungkap mantan Bupati OKU Timur dua periode itu.

Menurut Gubernur yang kini sudah resmi menyandang gelar Kanjeng Raden Aryo Tumenggung Herman Deru Notonegoro tersebut, setidaknya harus ada upaya nyata yang mesti dilakukan dalam melestarikan dan mempertahankan kearifan lokal. Di antaranyan dengan menghormati dan mengikuti kearifan lokal yang ada di suatu daerah. Dirinya sebagai pemipimpin berupaya memberikan contoh atau teladan yang baik bagi semua warga Sumsel yang terdiri atas berbagai agama, suku, budaya dan adat istiadat yang berbeda.

Namun tetap solid dan rukun dalam bingkai NKRI yakni Bhenika Tunggal Ika. Bahkan sebelumnya Herman Deru sudah pernah mendapat gelar dari Keraton Solo pada tahun 2011 silam saat masih menjabat sebagai Bupati OKU Timur.

"Bagaimanapun Sumsel juga memiliki penduduk asal pulau Jawa lebih kurang 40 persen. Meskipun saya bukan orang Jawa, saya belajar tentang adat istiadat dan bahasa Jawa," tegas Mantan Bupati OKU Timur dua Periode ini.

Menurutnya dengan mempelajari adat istiadat dan bahasa Jawa, dapat mempererat tali silaturahmi, sekaligus dapat saling mengisi diantara warga Sumsel asal Jawa untuk dapat belajar serta adat istiadat dan budaya suku-suku lain di Sumatera Selatan, seperti adat dan bahasa Komering, Ogan, Lematang atau Daerah Musi.

Herman Deru juga mengakui bukan hannya gelar adat jawa yang telah diterimanya namun juga penghargaan gelar adat dari warga Batak.

"Penghargaan tersebut merupakan kehormatan tersendiri bagi saya, sebagai upaya menjaga keutuhan NKRI," tandasnya.

Pada pemberian sesebutan/gelar pangkat yang berlangsung di Keraton Solo kemarin, juga ada sejumlah tokoh yang mendapatkan gelar diantaranya Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi dengan gelar Kanjeng Raden Tumenggung selain itu Wakil Gubernur Sumatera Utara, Bupati Purworejo, Bupati Bangkalan, Bupati Pamekasan, Wakil Bupati Singingi, dan Wakil Bupati Sintang.

Sementara, Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIII kepada para penerima gelar dari Keraton Solo berharap untuk dapat setia pada Kasunanan Keraton Surakarta Hadiningrat.
(akn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak