alexametrics

Uang Curian Habis Berjudi, Kaki Rahman Ditembak saat Ditangkap Polisi

loading...
Uang Curian Habis Berjudi, Kaki Rahman Ditembak saat Ditangkap Polisi
Rahman alias Ramang pelaku pencuri uang milik penjual santan kelapa digiring polisi menuju Polsek Tanjungpinang Kota usai berhasil ditangkap di Tanjunguma, Lubuk Baja, Batam. SINDOnews/Bunga
A+ A-
BATAM - Apes dialami Rahman alias Ramang (38), setelah uang hasil curiannya habis kalah berjudi jackpot (Gelper) di Batam, kakinya malah ditembak polisi saat ditangkap. Betis kaki kiri Rahman terpaksa ditembek petugas Polsek Tanjungpinang Kota saat melawan hendak ditangkap di daerah Tanjunguma, Lubuk Baja, Batam.

Kapolsek Tanjungpinang Kota AKP Reza Anugrah AP mengatakan, pengangkapan pelaku dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Kota Ipda M Pakpahan dibantu oleh anggota Reskrim Polresta Barelang.

Di mana keberadaan pelaku diketahui di Batam setelah berhasil mencuri celengan Abdul Rochman (35), penjual santan kelapa di Jalan Gambir, Lorong Gambir No.36 Tanjungpinang, pada 17 Maret 2019 lalu. "(Rahman) pelaku ini diketahui curi celengan korban senilai Rp21 juta dalam tiga celengan pelampung yang disimpan di dalam kios," kata Reza, Minggu (31/3/2019).



Reza menceritakan, modus pelaku dengan cara masuk ke dalam kios merusak (menjebol) pintu dan mengambil uang yang di simpan di dalam celengan yang terbuat dari pelampung berwarna putih. Pelapor mengetahui kejadiannya saat tiba di kios untuk berjualan santan kelapa.

Saat korban ingin membuka pintu masuk kios, Abdul melihat pada bagian bawah pintu masuk kios dalam keadaan rusak Kemudian, korban melihat tiga pelampung berada terselip di bawah meja di depan pintu. "Saat pelampungnya dicek korban, uang yang disimpan tidak ada lagi. Korban melihat keadaan kios berserakan," ujarnya.

Setelah dilakukan penyidikan dan peyelidikan lebih lanjut, kata Reza, pihaknya mengetahui keberadaan pelaku. Selanjutnya, meringkus Rahman. Namun, pada saat hendak ditangkap pelaku melawan dan mencoba kabur sehingga petugas melumpuhkannya dengan timah panas.

Adapun barang bukti yang diamankan tiga pelampung celengan dan uang tunai Rp700 ribu. "Ancaman yang dikenakan Pasal 363 Ayat (5) KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara," ujar Reza.

Di kantor polisi, Rahman mengakui perbuatannya. Dia menyampaikan, setelah berhasil melancarkan aksinya langsung kabur ke Batam. Uang hasil curian itu, kata dia, dihabiskan untuk bermain judi jackpot di Nagoya, Batam.

Dia menuturkan, sisa uangnya hanya tinggal Rp700 ribu, selebihnya dihabiskan berpoya-poya dan main judi. "Saya masuk ke kios dengan mencongkel pintunya. Untuk uangnya saya habis main judi di Batam sama kawan-kawan," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak