alexametrics

Seorang IRT Bobol ATM Temannya Sendiri, Tertangkap Kamera CCTV

loading...
Seorang IRT Bobol ATM Temannya Sendiri, Tertangkap Kamera CCTV
Pelaku ECK diamankan polisi setelah membobol ATM temannya sendiri. Foto/Deni Irwansyah
A+ A-
MALANG - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial ECK diamankan polisi setelah membobol ATM temannya. Pelaku membelanjakan tabungan temannnya sendiri hingga beberapa kali.

Pelaku tidak bisa mengelak setelah polisi menunjukkan foto dirinya saat menarik uang di mesin ATM. IRT asal Jalan Bunga Kertas Kota Malang, Jawa Timur, ini kini harus merasakan pengabnya sel tahanan akibat tindakannya melakukan pencurian lewat ATM. (Baca Juga: Dua Pelaku Ganjal ATM Diringkus Polisi, Kerugian Korban Ratusan Juta)

Aksi kejahatan pelaku ini berawal saat dirinya bertamu ke rumah temannya dan menemukan sebuah kartu ATM milik temannya tersebut terjatuh di bawah kursi ruang tamu.



Bukannya dikembalikan, pelaku justru membawa pulang dan langsung membelanjakan beberapa kali layaknya ATM-nya sendiri. Terlebih lagi nomor PIN ATM itu tertulis dibalik mesin ATM.
Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Arya Wiguna menyebutkan, aksi pembobolan ATM ini terungkap setelah korban mengetahui saldo tabungannya berkurang hingga Rp17 juta. Dia pun melaporkannya kepada polisi.

Hasil penyelidikan polisi bekerja sama dengan pihak bank diketahui wajah temannya sendiri terekam kamera CCTV. Pelaku mengambil uang dalam mesin ATM hinga 4 kali dalam seminggu dengan total kerugian mencapai Rp17 juta lebih.

Kepada polisi, pelaku mengaku uang hasil pembobolan ATM tersebut digunakan untuk membayar utang, belanja kebutuhan sehari-hari dan membeli perhiasan anting-anting untuk anaknya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku ECK kini harus mendekam di balik jeruji besi dengan sangkaan 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak