alexametrics

Terkendala Sumber Air, Kebakaran di Kepulauan Meranti Meluas

loading...
Terkendala Sumber Air, Kebakaran di Kepulauan Meranti Meluas
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau semakin meluas. Foto/Banda Haruddin Tanjung
A+ A-
PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau semakin meluas. Sumber air menjadi salah satu penyebab api sulit dikendalikan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, Edy Afrizal mengatakan, kebakaran saat ini terjadi di Tanjung Medang Kecamatan Rangsang. Desa Tanjung Medang merupakan daerah yang berhadapan dengan Selat Malaka. (Baca Juga: Kebakaran Meluas 1.761 Hektare Hutan dan Lahan di Riau Musnah)

"Kebakaran di Desa Tanjung Medang berasal dari Desa Sungai Gayung Kiri," kata Edy Afrizal Minggu (17/3/2019).



Dia menjelaskan, penanganan kebakaran saat ini dilakukan oleh dua tim dari BPBD, TNI, Manggala Agni, dari Polsek Rangsang dibantu oleh Polres Meranti. Namun dia meminta perusahaan seperti Sumatera Riang Lestari (SRL) membantu penanggulangan secara bersama.PT SRL merupakan yang banyak menguasai daerah Meranti diminta tidak hanya mengklaim turut membantu saja. "Kita minta SRL membantu melakukan penanggulangan kebakaran secara bersama," pintanya.
Dia menyebut, ada dua faktor utama yang menjadi kendala di lapangan. Kebakaran di Tanjung Medang terjadi sejak 16 Maret 2019. Terkait ada kebakaran merembet ke enam desa, dia membantahnya. BPBD Meranti memang mendapat kabar terkait hal tersebut. (Baca Juga: Kabut Asap, Ribuan Warga Riau Terserang Penyakit)

"Petugas kesulitan mencari sumber air. Kedua adalah angin kencang yang membuat api cepat berkobar. Api saat ini juga mendekati Desa Wonosari," imbuhnya.

Selain di Meranti, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Bengkalis, Pelalawan, Siak, Kampar, Rokan Hilir Kota Pekanbaru dan Dumai. Provinsi Riau saat ini berstatus siaga darurat kabut asap.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak