alexametrics

Apel Kebangsaan, Slank Sebar Virus Perdamaian di Simpang Lima Semarang

loading...
Apel Kebangsaan, Slank Sebar Virus Perdamaian di Simpang Lima Semarang
GUbernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan personel Slank saat jumpa pers menjelang apel kebangsaan yang akan digelar besok di Simpang Lima, Semarang, Sabtu (16/3/2019). Foto/SINDOnews/Taufik Budi
A+ A-
SEMARANG - Slank bakal manggung selama 55 menit di acara Apel Kebangsaan Kita Merah Putih di lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Minggu 17 Maret pagi. Selain membawakan lagu dari album terakhir, Slank bakal menebar virus-virus perdamaian berdemokrasi.

Apel Kebangsaan itu juga menghadirkan ulama-ulama kharismatik, Habib Luthfi bin Yahya, KH Maimoen Zubair, KH Munif Zuhri, Gus Muwafiq dan Mahfud MD. Bakal hadir juga Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, tokoh lintas agama dan artis nasional, Letto, Armada, Virza, Nella kharisma sampai Slank.

"Nanti kita bawain lagu dari album ke-22 Kepala Loe Peang, salah satunya yang menyuarakan antihoax. Kita ingin menyatukan bangsa lewat lagu, nasionalisme lewat lagu, kita ingin nyebarin virus perdamaian. Datang yuk," kata Bimbim, salah satu pentolan Slank, saat jumpa pers pra event, Sabtu (16/3/2019).



Dalam jumpa pers itu Bimbim mengatakan bakal tampil selama 55 menit dari pukul 08.05 WIB. Dia bersama dua rekannya, Ridho dan Ivanka, tanpa sang vokalis, Kaka yang masih bertahan di Jakarta. Band yang bermarkas di Gang Potlot itu juga didampingi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

"Besok kita akan menyebar virus merah putih. Dan kita rayakan perbedaan ini. Ada tools yang menyatukan kita, Pancasila. Pemilu ini biasa aja. Lima tahun sekali kita lakukan. Berdewasalah. Indonesia lebih dari sekadar ambisi politik," kata Bimbim.

Bimbim pun tidak menutup mata dengan adanya pihak yang tidak suka dengan karya-karyanya ataupun sikapnya itu. Namun dia bertekad tidak mau ambil pusing dengan segala ungkapan negatif, terlebih di media sosial. Baginya, media sosial merupakan salah satu bentuk anugerah berdemokrasi. Orang-orang yang terjebak dalam media sosial, kata Bimbim, adalah orang yang salah dalam bersikap, karena jika disikapi dengan tegang atau emosi itu tidak mensyukuri demokrasi.

"Kita justru mengajarkan orang berdemokrasi. Yang pro dan kontra, selama mereka tidak kasar, kami biarin tapi kalau udah berkata kasar kami delete. Kami membiarkan mereka belajar demokrasi. Kami bukan politisi, jadi tidak langsung menjawab jika dijelek-jelekkan," katanya.

Apel Kebangsaan Kita Merah Putih merupakan acara yang digelar untuk umum tanpa melihat pandangan politik, asalkan tetap Indonesia. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak siapapun untuk hadir karena itu jadi salah satu upaya merajut erat kebangsaan.

"Siapapun silakan hadir. Kalau Slank berpesan tadi, berangkat seneng pulang bahagia. Tidak ada sampah, tidak ada fasilitas umum, taman yang dirusak. Sehingga Jawa Tengah bisa menunjukkan perdamaian kesenangan dan benar-benar mencintai bangsa ini setulusnya," katanya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak