alexametrics

Ada 500 Pengikut Ajaran Kiamat Sudah Dekat di Ponorogo dan Wonogiri

loading...
Ada 500 Pengikut Ajaran Kiamat Sudah Dekat di Ponorogo dan Wonogiri
Ajaran kiamat sudah dekat oleh Katimun di Pesantren Jamiyah Ahlith Thoriqoh Akmaliyah Ash Sholahiyah di Watubonang, Ponorogo Jawa Timur ternyata memiliki sekitar 500 pengikut asal Ponorogo dan Wonogiri, Jawa Tengah. Foto iNews TV/Ahmad S
A+ A-
PONOROGO - Ajaran kiamat sudah dekat oleh Katimun di Pesantren Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Akmaliyah Ash Sholahiyah di Watubonang, Ponorogo Jawa Timur ternyata banyak pengikut- pengikutnya dari sekitar Ponorogo dan Wonogiri, Jawa Tengah. Dimana ada sekitar 300 sampai 500 warga asal Ponorogo dan Wonogiri yang fanatik terhadap ajaran tersebut.
Ada 500 Pengikut Ajaran Kiamat Sudah Dekat di Ponorogo dan Wonogiri

Kesetiaan dan kepatuhan pada ajaran menyebabkan sekitar 60 pengikutnya rela eksodus ke Malang dan menjual aset yang dimiliki.

Saat berkumpul digelar pengajian dan ceramah pengikut juga diajarkan cara berdzikir dan kesiapan untuk menghadapi kiamat.

Prinsip ajarannya yaitu mulyo sugih ampuh asal sendiko dawuh artinya menjadi terhormat kaya hebat jika patuh pada perintah. Diduga karena faham inilah para pengikutnya patuh atas semua ajaran yang disampaikan pimpinan.



Saat ada perintah eksodus ke Malang karena mencari ilmu menjelang kiamat dilakukan dengan memasang foto pimpinan untuk tahan gempa juga dilakukan oleh pengikutnya. Bahkan menjual rumah ternak dan harta benda untuk biaya juga dilakukan oleh pengikutnya.
Ada 500 Pengikut Ajaran Kiamat Sudah Dekat di Ponorogo dan Wonogiri

“Kepatuhan para pengikut ini terjadi karena pemahaman agama yang sepotong potong. Sehingga apapun perintah guru atau pimpinan dilakukan meski tidak rasional,” kata Wakil Rektor Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo Asfin Abdurrahman, Jumat (15/3/2019).Menurut dia, pemahaman masyarakat yang awam sekali tentang agama. Sehingga pemahamannya tidak utuh, ketika muncul sesuatu ini menjadi problem.

“Contohnya tentang kiamat. Ini kan hal ghaib dan harus diyakini. Kiamat itu berakhirnya dunia ini. Lha eksodus kok ke Malang, harusnya ke antero mana begitu. Nah ini berarti pemahamannya tidak benar,” timpalnya.

Atas kenyataan ini, kata dia, disarankan jika belajar agama hendaknya mencari sosok yang mumpuni dilihat profilnya sanat atau garis keIslamannya.

Sebelumnya ajaran kiamat sudah dekat yang menyebabkan warga di Ponorogo, Jawa Timur mengungsi ke Malang adalah salah satu ajaran yang disampaikan Katimun warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo. Hingga saat ini Pemkab Ponorogo, Polisi, MUI dan Ormas Islam di Ponorogo masih melakukan investigasi atas aliran ini.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak