alexametrics

Isu Kiamat Sudah Dekat, Polres Kota Batu dan Ponpes Berikan Klarifikasi

loading...
Isu Kiamat Sudah Dekat, Polres Kota Batu dan Ponpes Berikan Klarifikasi
Polres Kota Batu dan pengurus Miftahul Falahil Mubtadin Kabupaten Malang memberikan klasrifikasi terkait kabar kiamat sudah dekat. Foto/Deni Irwansyah
A+ A-
KOTA BATU - Isu kiamat sudah dekat yang diajarkan seorang pimpinan sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Malang hingga membuat puluhan warga Ponorogo eksodus ke Malang dinyatakan hoaks alias tidak benar. Kemarin petang (13/3/2019), Polres Kota Batu bertabayun bersama pengurus Ponpes dan tokoh agama serta melakukan klarifikasi terkait hal itu.

Pihak kepolisian saat tenga tengah menyelidiki penyebar hoaks yang meresahkan masyarakat terebut. Penyeledikan ini dilakukan setelah Polres Kota Batu bersama pengurus Ponpes Miftahul Falahil Mubtadin atau Majelis Sholawat Musa Alaihis Salam, Dusun Pulo Sari Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengadakan jumpa pers dan saling berklarifikasi sebelumnya. (Baca Juga: Heboh Ajaran Kiamat, Puluhan Warga Ponorogo Tinggalkan Kampung Halaman)

Dalam keterangannya, Polres Kota Batu bersama pimpinan pondok pesantren sama-sama menyatakan bahwa kabar tentang ajaran kiamat sudah dekat, menjual aset hingga foto dan golok keselamatan, bahkan memakan lengan adik di masa paceklik adalah kabar hoaks yang disebarkan orang tidak bertanggung jawab.



"Kabar ajaran ini selain meresahkan masyarakat juga merugikan pondok,” kata Mohammad Romli, pimpinan pengasuh Ponpes Miftahul Falahil Mubtadin. (Baca Juga: Ini Lima Ajaran Sesat Kerajaan Ubur-ubur Versi MUI)

Sementara Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto menegaskan, fatwa kiamat sudah dekat merupakan fatwa bohong atau hoaks karena apa yang telah diajarkan di dalam pondok pesantren telah sesuai dengan aqidah Islam dan tidak menunjukkan ajaran yang mengarah ajaran radikal.

Atas kejadian ini, pihak Polres Kota Batu telah berkoordinasi dengan Polres Ponorogo guna melakukan penyelidikan dan memburu penyebar hoaks yang meresahkan tersebut.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak