alexametrics

Resmi Beroperasi, Pelabuhan Tanjung Api-Api Siap Layani Angkutan Barang

loading...
Resmi Beroperasi, Pelabuhan Tanjung Api-Api Siap Layani Angkutan Barang
Pelabuhan Laut Tanjung Api Api (TAA) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), yang dibangun sejak tahun 2004 akhirnya secara resmi dioperasikan. Foto peresmian oleh Gubernur Herman Deru/SINDOnews/Dede F
A+ A-
BANYUASIN - Pelabuhan Laut Tanjung Api Api (TAA) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), yang dibangun sejak tahun 2004 akhirnya secara resmi dioperasikan. Pelabuhan yang dibangun diatas lahan seluas 8 hektare milik Pemprov Sumsel ini mulai melayani lalulintas kapal barang setelah melalui ujicoba mulai 5 Desember 2018 hingga 28 Februari 2019 dan mengantongi surat izin dari Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, beroperasinya Pelabuhan TAA tersebut tidak hanya akan memberikan nilai tambah dari sisi ekonomi dengan memangkas distribusi komoditas unggulan Sumsel yang selama ini dikirim melalui Lampung, namun juga menopang beban lalulintas Pelabuhan Boom Baru yang berada di tengah Kota Palembang.

"Pelabuhan ini paling tidak bisa menampung kapal berbobot 1.000 DWT yang selama ini kita ketahui memenuhi Boom Baru dengan dampak kemacetan lalulintas dan terganggunya aktivitas warga karena kendaraan kontainer yang lalu lalang," ujar Deru kepada wartawan usai Peresmian Pelabuhan TAA di Banyuasin, Rabu (13/03/2019).



Gubernur juga mengajak semua pihak, khususnya para pengusaha daerah untuk memanfaatkan keberadaan Pelabuhan TAA untuk distribusi hasil bumi dan hasil perkebunan. Untuk menarik minat pengusaha, Herman Deru menjanjikan insentif dan berbagai kemudahan.

"Salah satu kemudahan yang pasti adalah soal perizinan, selanjutnya akan kami bicarakan juga dengan KSOP mungkin dalam bentuk biaya parkir atau sewa gudang yang murah," tambah Herman Deru.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Laut, Agus H Purnomo, mengaku akan terus melakukan evaluasi selama masa operasional. Bila memang dibutuhkan, maka pelabuhan TAA yang saat ini statusnya sebagai pelabuhan pengumpul dapat dikembangkan.

"Kami akan lihat marketnya nanti seperti apa, kami berharap aktivitasnya akan semakin ramai. Pelabuhan ini memiliki kedalaman 3,5 m saat surut dan akan lebih dalam saat air sedang pasang, kami akan kaji apakah kemudian fungsinya dapat lebih dioptimalkan," jelas Agus.

Pelabuhan Barang TAA dibangun dengan menggunakan Rp172 miliar dana APBN dan Rp60,8 miliar dana APBD Provinsi Sumsel diluar biaya pembebasan lahan.

Sementara ini Pelabuhan TAA dikelola oleh KSOP Palembang dan selanjutnya akan ditawarkan kepada BUMN, BUMD atau pihak swasta untuk dikelola secara lebih profesional.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak