Profil Geng Motor XTC: Sejarah, Perkembangan dan Transformasi

Selasa, 28 Mei 2024 - 16:44 WIB
loading...
Profil Geng Motor XTC:...
XTC atau Exalt To Coitus adalah sebuah organisasi otomotif yang didirikan pada 1982 oleh 7 pemuda. Nama ini kemudian diubah menjadi Exalt To Creativity. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
XTC atau Exalt To Coitus adalah sebuah organisasi otomotif yang didirikan pada tahun 1982 oleh 7 pemuda. Seiring waktu, nama ini kemudian diubah menjadi Exalt To Creativity, dengan simbol berupa bendera berwarna putih-biru muda-biru tua dengan gambar lebah di tengahnya.

Simbol ini melambangkan solidaritas antar anggota, di mana jika satu anggota diserang, yang lain akan datang membela, layaknya lebah.

Baca juga: 3 Geng Motor yang Menggegerkan Jabodetabek, Nomor Terakhir Slogannya Bikin Ngeri

Untuk menjadi anggota XTC, calon anggota harus menjalani proses penggojlogan di Lembang. Salah satu tes yang harus mereka ikuti adalah mengendarai motor tanpa rem hingga ke rumah. Kegiatan lain dari XTC termasuk konvoi yang sering dilakukan bersama-sama.

Musyawarah pertama XTC Indonesia dilaksanakan di Bandung. Hasil dari musyawarah tersebut memilih Donny Akbar sebagai ketua umum XTC periode 2019-2024. Donny Akbar juga dikenal sebagai pemilik perusahaan transportasi online BeeGo.

Pada awalnya, XTC didirikan sebagai wadah bagi pemuda Bandung yang memiliki minat di dunia otomotif. Seiring berjalannya waktu, organisasi ini mulai dikenal oleh kalangan muda, terutama di kalangan remaja SMP dan SMA.

Namun, di mata sebagian masyarakat, XTC sering dianggap sebagai geng motor yang terlibat dalam aktivitas jalanan seperti balapan liar dan bahkan tindakan kriminal.

Baca juga: Terseret Kasus Vina Cirebon, Inilah Sejarah Geng Motor di Indonesia

Dalam kelompok XTC, terdapat terminologi seperti Panglima Perang (Koordinator Perang) dan Rampasan Perang.

Panglima Perang adalah individu yang dipilih melalui musyawarah internal dan bertugas menjadi garda terdepan jika terjadi bentrokan.

Rampasan Perang adalah tindakan yang bertujuan meningkatkan harga diri kelompok dengan cara merampas kendaraan rival, yang kemudian dibakar sebagai tanda unjuk kekuatan.

Menuju usia ke-40, XTC Indonesia resmi mengubah statusnya menjadi organisasi masyarakat (ormas) pada 7 Juni 2015 di Bandung.

Sebelumnya, pada 23 April 2013, XTC sudah bertransformasi menjadi organisasi kepemudaan (OKP). Namun, karena batasan usia dalam OKP, banyak anggota yang sudah berumur di atas 40 tahun. Oleh karena itu, perubahan menjadi ormas dianggap lebih sesuai dengan kondisi saat ini.

Ivan, salah satu pendiri XTC, menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan sebagai respons terhadap tuntutan zaman. Sejak berdiri pada 31 Desember 1982, XTC telah bertransformasi dari organisasi otomotif menjadi ormas. Anggotanya tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa negara lain seperti Jepang, Taiwan, Malaysia, Jerman, Belanda, dan Amerika Serikat.

Untuk mengubah stigma negatif, XTC memperketat tata tertib keanggotaan dan menjalin komunikasi dengan berbagai instansi, seperti polisi, TNI, dan pemerintah.

Ivan menegaskan bahwa XTC siap membantu program pemerintah, TNI, dan Polri.

"Kami adalah organisasi nonpartisan, namun kami terbuka untuk bekerja sama dengan organisasi politik maupun nonpolitik demi tercapainya Indonesia yang tenteram, adil, makmur, dan sejahtera dengan moto Kekuatan dalam Persaudaraan," katanya.

Ivan juga mengakui bahwa masih ada beberapa individu yang berperilaku seperti anggota geng motor dan mengatasnamakan XTC. Namun, dia meyakinkan bahwa polisi sudah bisa membedakan antara XTC asli dan palsu.

Dengan berbagai upaya ini, XTC berkomitmen untuk terus bertransformasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat, menjaga solidaritas antar anggota, serta mendukung program-program pembangunan nasional.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menginspirasi Publik,...
Menginspirasi Publik, Booth Program Keberlanjutan Hadirkan Solusi Kurangi Limbah Tekstil di Bandung
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Urgensi Pendekatan Humanis...
Urgensi Pendekatan Humanis dalam Penataan Kota dan Relokasi UMKM
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Rekomendasi
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
Berita Terkini
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Polisi Ungkap Peran...
Polisi Ungkap Peran 7 Tersangka Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan di Senen
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan, Ini Respons Polda Metro Jaya
Status Gunung Anak Krakatau...
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Gugat Polda Metro, Roy...
Gugat Polda Metro, Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan Terkait Penetapan Tersangka
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved