alexametrics

Khofifah Minta Dibangun Sistem Peringatan Dini Banjir

loading...
Khofifah Minta Dibangun Sistem Peringatan Dini Banjir
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pihak terkait untuk menyiapkan sistem peringatan dini secara digital terhadap segala potensi bencana, termasuk banjir. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
MADIUN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pihak terkait untuk menyiapkan sistem peringatan dini secara digital terhadap segala potensi bencana, termasuk banjir.

“Dengan sistem peringatan dini diharapkan masyarakat memperoleh informasi lebih cepat terhadap potensi bencana dan mengantisipasi segala risikonya,” katanya saat meninjau tanggul jebol di sungai Jeroan bersama perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Kamis (7/3/2019).

Khofifah juga meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo segera memperbaiki tanggul jebol di sungai Jeroan, Kecamatan Balerejo, Madiun. Hal tersebut agar aliran air sungai anak Bengawan Solo itu tidak terus meluber ke permukiman warga.



“Saat ini, untuk menghambat luberan air, sementara menggunakan karung yang berisi pasir dan batu. Kemudian diletakkan di sepanjang tanggul sungai,” kata Khofifah. Tak lama kemudian, perwakilan BBWS yang hadir menghubungi petugas untuk mendatangkan eskavator untuk memperbaiki tanggul.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Suban Wahyudiono mengatakan, meluapnya sungai Jeroan akibat debit air di muara sungai Bengawan Solo naik. Sehingga aliran air terhambat dan balik kembali. Kondisi ini diperparah dengan hujan deras sejak sepekan terakhir.

"Jika aliran ke sungai Bengawan Solo lancar, tentu tidak akan seperti ini (banjir). Karena alira air numpuk, sehingga meluber ke mana-mana," ujarnya. (Baca juga; Naik Perahu Karet, Khofifah Pantau Korban Banjir Madiun)

Diketahui, banjir melanda 15 kabupaten di Jatim. Yang terparah adalah di Kabupaten Madiun. Banjir di Madiun menggenangi sedikitnya 4.317 KK (17268 Jiwa) di 39 desa. Tak hanya itu, banjir juga merusak dua rumah, 253 hektare sawah, tanggul, jembatan dan utilitas umum lainnya. Sementara itu, akibat banjir ini, sedikitnya 1.053 warga diungsikan ke tempat aman.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak