alexametrics

Banjir Rendam Ratusan Rumah dan Puluhan Hektare Sawah di Lampung

loading...
Banjir Rendam Ratusan Rumah dan Puluhan Hektare Sawah di Lampung
Banjir yang menggenai persawahan di Pekon Karang Anyar sudah mirip danau. Foto: Indra Siregar/iNews
A+ A-
LAMPUNG - Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Tanggamus, Lampung, membuat sungai yang berada di Pekon Way Manak meluap hingga membuat sekitar 200 rumah warga, serta puluhan hektare persawahan dan tambak, terendam banjir.

Sedikitnya empat pekon (desa) di Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, dilanda bencana banjir bandang setelah diterpa hujan deras selama lebih dua jam, Selasa, 5 Maret 2019. Keempat pekon ini yakni Pekon Sukamaju, Pekon Sukamulya, Pekon Sumanda, dan Pekon Tanjung Agung.

Banjir ini akibat luapan Sungai Way Kemiling setelah hujan deras beberapa hari terakhir. Tanggul yang tidak kuat menahan derasnya air akhirnya jebol dan masuk ke permukiman warga. Tidak hanya rumah warga, banjir juga merendam sebagian besar areal persawahan yang baru ditanam di wilayah itu.



Kapolsek Pugung Iptu Mirga Nurjuanda yang turun ke lokasi menyebutkan, banjir ini akibat meluapnya sungai. Desa yang paling parah terdampak banjir berada di Pekon Tanjung Agung. Sebanyak tiga Dusun di pekon tersebut terendam banjir hingga setinggi tiga meter. Ketiga dusun ini meliputi Campang, Sinar Komering, dan Kedaloman.

Kanit Sabhara Polsek Pugung Ipda Zulkarnain menambahkan, tidak ada korban jiwa namun untuk kerugian materil cukup besar karena banyak sawah warga yang terendam.

Ia menyebutkan, di Dusun Sinar Komering ketinggian air diperkirakan hampir mencapai 3 meter. Bahkan jembatan gantung penghubung Dusun Sinar Komering dan Dusun Komering Tebing Suluh dilaporkan putus lantaran tak kuat menahan derasnya arus air.

Jembatan gantung di Pekon Campang juga putus. Maklum, jembatan ini hanya berbahan alas bambu. Sedangkan ketinggian air di dusun ini sekitar dua meter.

Kepala Pekon Karang Anyar, Bambang, menyebutkan, banjir sudah semacam rutinitas setiap Sungai Way Kemiling meluap. “Luapan air sungai menggenangi puluhan hektare persawahan yang baru tanam. Banjir juga menggenangi tambak yang siap panen. Harapan kami ada perhatian dari pemerintah daerah untuk petani petani kami,” ucapnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak