alexametrics

Pemilu Bertepatan dengan Perayaan Paskah, KPU-Bawaslu NTT Risau

loading...
Pemilu Bertepatan dengan Perayaan Paskah, KPU-Bawaslu NTT Risau
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
KUPANG - Pemilihan umum (Pemilu) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legeslatif (Pileg) pada Rabu, 17 April 2019, dikhawatirkan tidak terlaksana dengan maksimal di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebab hari pencoblosan tersebut bertepatan dengan persiapan perayaan Paskah.

Saat ini KPU dan Bawaslu setempat masih terus menggencarkan sosialisasi. Sosialisasi kali ini sebagai tindak lanjut kerja sama pengawasan partisipatif dan MoU antara Bawaslu NTT dengan organisasi mahasiswa, perguruan tinggi, dan pramuka. Tujuannya untuk meminimalisir kecurangan dalam pemilu serentak nanti.

Namun tanggal pemilu tahun ini yang bertepatan dengan perayaan Paskah umat Kristiani dikhawatirkan banyak masyarakat yang tidak menggunakan hak suaranya.



Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT Ludowik Fredrik mengatakan, pihaknya telah menyampaikan hal tersebut kepada KPU pusat, baik secara lisan maupun tertulis. Namun hingga kini belum ada tanggapan dan putusan terhadap kondisi ini.

Sementara itu, anggota Bawaslu NTT Jemris Foentuna menyebutkan, kondisi ini membuat dilema meski pihaknya sudah sering mengingatkan warga agar nanti dapat memberikan hak suaranya sebelum ke gereja untuk perayaan Paskah. Namun dirinya meyakini kondisi ini memang bisa membuat partisipasi pemilih berkurang.

“Perayaan Paskah bagi umat Kristiani ini puncaknya pada hari Jumat, namun perayaan ini akan dimulai pada Kamis Putih, sehingga sebagian warga akan pulang dan merayakan Paskah bersama keluarga,” ucapnya.

Menurut dia, kondisi terparah akan terjadi di Kabupaten Flores Timur yang memiliki tradisi Semana Santa atau Pekan Suci. Diperkirakan akan banyak masyarakat yang datang untuk mengikuti kegiatan ini sejak Rabu hingga Minggu.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak